Home

Jumlah Pengunjung

LAPORAN SARASEHAN GLAUKOMA Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

LAPORAN SARASEHAN RS MATA ”DR.YAP” YOGYAKARTA

MENCEGAH KEBUTAAN KARENA GLAUKOMA

14 DESEMBER 2008

 

Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunianya maka sarasehan ”Mencegah Kebutaan karena Kornea” yang diadakan pada Hari Minggu 14 Desember 2008 dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

 Sarasehan dilaksanakan di Rumah Sakit Mata ”Dr.Yap” dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara mencegah kebutaan karena glaukoma dan meningkatkan kepatuhan penggunaan obat bagi penderita glaukoma. Target pelaksanaan sarasehan ditujukan terutama bagi penderita glaukoma dan keluarganya, masyarakat umum serta pemerhati glaukoma. Menghadirkan 2 orang pembicara ahli glaukoma yaitu dr. Retno Ekantini, Sp.M., M.Kes          yang membahas mengenai obat-obat glaukoma dan dr.Tatang Talkagani, Sp.M yang mebahas tentang apa dan bagaimana operasi glaukoma.

 Sarasehan ini merupakan kerjasama antara RS Mata ”Dr.YaP” dengan PT.Pfizer Indonesia sebagai produsen obat glaukoma yang merupakan sponsor tunggal pada acara ini. Sarasehan diikuti oleh 95 peserta dan undangan. Undangan berasal dari perwakilan ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi) Yogyakarta dan dokter pemerhati masalah glaukoma.

Acara sarasehan dibuka dengan sambutan dr. Enni Cahyani, Sp.M.,M.Kes yang mewakili direktur dr. Nunuk Maria Ulfa, Sp.M., M.Kes yang kebetulan berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan sarasehan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Rumah Sakit Mata ”Dr.Yap” terhadap kesehatan mata masyarakat. Beliau juga  menyampaikan bahwa acara serupa akan diadakan secara berkelanjutan dengan tema yang bervariasi. Harapan beliau, masyarakat dapat terus berpartisipasi guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan mata.

 Acara selanjutnya diserahkan kepada MC yang sekaligus juga memimpin acara sarasehan yang dimulai tepat pukul 09.15 WIB. Acara dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama disampaikan oleh dr. Retno Ekantini, Sp.M.,M.Kes yang membahas tentang glaukoma dan obat-obat glaukoma selama lebih kurang 45 menit. Kemudian dilanjutkan sesi kedua oleh dr. Tatang Talkagani, Sp.M yang membahas mengenai macam-macam operasi glaukoma sebagai alternatif terapi glaukoma. Sesi ketiga diisi dengan tanya jawab dari peserta sarasehan. Sesi tanya jawab mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan oleh peserta diantaranya mengenai efek samping obat, obat-obat yang dapat memicu glaukoma, resiko operasi glaukoma, komplikasi glaukoma. Pertanyaan diluar topik sarasehan diantaranya prosedur LASIK, keluhan mata umum dan kebijakan rumah sakit. Pertanyaan yang tidak sempat dijawab dikarenakan waktu yang terbatas diajukan secara tertulis dan dijawab oleh pembicara melalui website. Selanjutnya acara ditutup pukul 11.45 oleh MC dengan pembagian doorprize dari sponsor.

 

Penanggung jawab sarasehan,

dr. Retno Ekantini, Sp.M.,M.Kes

Daftar pertanyaan:

  1. Monna, umur 21 th, riwayat keturunan keluarga saya itu memiliki miopo minus tinggi (diatas 7) dan paman saya ada yng mengalami kebutaan. Sekarang saya memakai kacamata minus 7 dan 7,5 disebelah kanan. Saya telah menjalani tes OCT, tapi dari dokter tidak memberikan diagnose yang jelas apa yang saya alami. Yang saya rasakan sekarang yaitu mata perih dan pegal-pegal (spt terasa pedes), ada bayangan yang mengikuti (floaterkalo tidak salah), ada pelangi disekitar lampu jika melihat, penglihatan ada 2, penglihatan tdk focus mata terasa lelah dan hanya ingin di tutup terus. Bagaimana mnrt dokter? Ssya terganggu sekali dengan ini, sangat menganggu hidup
  2. Sumiyani saya sdh operasi mata kiri pd tgl 1 apr 08 oleh dr. Retno E dan hasil baik, Cuma kalau kecapaian mata bengkak dan merah, bagaimana mengatasinya? Pemakaian obat tetes mata waktu lama apakah ada efek samping pdhl penderita glaucoma harus menggunakan seumur hidup. Saraf kepala kadang2 terasa nyeri seperti saraf pada bergerak, apakah ada kaitannya denga glukoma? Apakah penderita glukoma mesti akan tunanetra, bagaimana cara utk mengantisipasinya?. Saya usul agar penulisan resep agar dilengkapi dngn kadar…% atau kandungan…mg
  3. Rifqi, 3 minggu yg lalu saya periksa ke RS Yap krn keluhan mata kiri pegal, dan oleh dokter saya didiagnosa glukoma dan diberi obat timol, carpin dan matoflam. Obat carpin tdk saya lanjutkan krn efek smaping mata kiri saya menjadi kabur, samp saat ini saya msh memeakai obat timol, apakah saya benar2 menderita glukoma dok? Perlu diket seblum mata pegal td, mata kiri saya terkena benturan buah mangga dan telah saya periksakan k RSUD wirosaban dan diberi obat polidek, hasilnya penglihatan sdah tdk kabur, tp mata mnjadi pegal. Apakah terapi glukoma hrs rutin dilaksanakan? Kepala saya pusing apaakah saya terkena glukoma?
Comments (0)Add Comment

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Advertisement
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Glaukoma (216 komentar) Tuesday, 07 September 2010
Retina dan Vitreus (206 komentar) Monday, 06 September 2010
Medical Check Up (53 komentar) Saturday, 04 September 2010
Diagnosis dan Penanganan Glaukoma (54 komentar) Friday, 03 September 2010
Jogja Lasik Center (289 komentar) Friday, 03 September 2010
LOWONGAN KERJA (16 komentar) Wednesday, 01 September 2010
Kornea dan Infeksi Mata Luar (106 komentar) Tuesday, 31 August 2010
Survei
Bagaimanakah kualitas pelayanan RS Yap?
 
Newsfeed
© 2010 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.