Jumlah Pengunjung

Diagnosis dan Penanganan Glaukoma Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail

Glaukoma adalah suatu keadaan tekanan intraokuler/tekanan dalam bola mata relatif cukup besar untuk menyebabkan kerusakan papil saraf optik dan menyebabkan kelainan lapang pandang. Berdasarkan Survei Kesehatan Indera Penglihatan tahun 1993-1996 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia didapatkan bahwa glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomer 2 sesudah katarak (prevalensi 0,16%). Katarak 1,02%, Glaukoma  0,16%, Refraksi 0,11% dan Retina 0,09%. Akibat dari kebutaan itu akan mempengaruhi kualitas hidup penderita terutama pada usia produktif, sehingga akan berpengaruh juga terhadap sumberdaya manusia pada umumnya dan khususnya Indonesia.

Kebutaan akibat glaukoma bersifat irreversibel/menetap tidak seperti kebutaan karena katarak yang dapat diatasi setelah dilakukan operasi pengambilan lensa katarak. Jadi usaha pencegahan kebutaan pada glaukoma bersifat prevensi/pencegahan kebutaan dengan jalan menemukan dan mengobati/ menangani penderita sedini mungkin. Sayangnya tidak mudah untuk menemukan glaukoma dalam stadium awal karena sebagian besar kasus glaukoma awal tidak memberikan gejala yang berarti bahkan asimptomatik, kalaupun ada gejala biasanya hanya berupa rasa tidak enak di mata, pegal-pegal di mata atau sakit kepala separoh yang ringan.  Gejala-gejala tersebut tidak menyebabkan penderita memeriksakan ke dokter atau paramedis. Disamping ketidaktahuan penderita tentang penyakitnya maka peranan tenaga medis dalam mendiagnosis glaukoma awal juga perlu mendapat perhatian, sehingga dapat menemukan glaukoma dalam stadium dini.

 

ANATOMI DAN FISIOLOGI HUMOR AKUOS

Humor akuos berperan sebagai pembawa zat makanan dan oksigen untuk organ di dalam mata yang tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea, disamping itu juga berguna untuk mengangkut zat buangan hasil metabolisme pada kedua organ tersebut. Adanya cairan tersebut akan mempertahankan bentuk mata dan menimbulkan tekanan dalam bola mata/tekanan intra okuler. Tekanan intraokuler inilah yang berperan dalam terjadinya glaukoma sehingga menimbulkan kerusakan pada saraf optik. Humor akuos diproduksi oleh badan silier, masuk ke dalam bilik mata belakang kemudian mengalir ke bilik mata depan melalui pupil. Setelah sampai ke bilik mata depan humor akuos akan meninggalkan bola mata melalui suatu bangunan yang disebut trabekulum yang terletak di sudut iridokornea. Keseimbangan antara produksi dan pengeluaran/ pembuangan humor akuos inilah yang menentukan jumlah humor akuos di dalam bola mata.

Pada penderita dengan dugaan glaukoma harus dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Biomikroskopi, untuk menentukan kondisi segmen anterior mata, dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan apakah glaukomanya merupakan glaukoma primer atau sekunder.
  2. Gonioskopi, menggunakan lensa gonioskop. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat sudut pembuangan humor akuos sehingga dapat ditentukan jenis glaukomanya sudut terbuka atau tertutup.
  3. Oftalmoskopi, yaitu pemeriksaan untuk menentukan adanya kerusakan saraf optik berdasarkan penilaian bentuk saraf optik menggunakan alat oftalmoskop direk.
  4. OCT (Optical Coherent Tomography). Alat ini berguna untuk mengukur ketebalan serabut saraf sekitar papil saraf optik sehingga jika terdapat kerusakan dapat segera dideteksi sebelum terjadi kerusakan lapang pandangan, sehingga glaukoma dapat ditemukan dalam stadium dini
  5. Perimetri, alat ini berguna untuk melihat adanya kelainan lapang pandangan yang disebabkan oleh kerusakan saraf optik.
  6. Tonometri, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur besarnya tekanan bola mata/tekanan intraokuler/TIO.

PENANGANAN GLAUKOMA

Tekanan intraokuler (TIO) merupakan faktor penting pada glaukoma meskipun TIO bukan merupakan penentu pada diagnosis glaukoma. Sebagian besar dari jenis glaukoma mempunyai tekanan intraokuler yang tinggi dan menyebabkan timbulnya gejala rasa sakit di mata bahkan menimbulkan penurunan tajam penglihatan dan kelainan lapang pandang. Pada semua jenis glaukoma akan terjadi kerusakan saraf optik baik pada glaukoma dengan tekanan tinggi maupun dengan tekanan rendah, sampai saat ini hanya penurunan TIO yang telah dibuktikan dapat mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut. Jadi tujuan penanganan glaukoma adalah mempertahankan penglihatan dengan jalan mencegah kerusakan saraf optik lebih berat dengan cara menurunkan TIO sampai ke level “TIO aman”.

Penanganan glaukoma dilakukan berdasarkan kepada prinsip-prinsip di bawah ini:

  1. Makin tinggi TIO, makin besar risiko kerusakan saraf optik.
  2. Terdapat beberapa faktor lain selain TIO yang mempengaruhi kerusakan saraf optk, tetapi faktor tsb belum diketahui dengan jelas.
  3. Pada pasien glaukoma, penurunan tekanan akan menurunkan risiko kerusakan lebih lanjut tetapi belum dapat diketahui pada tekanan berapa kerusakan tersebut berhenti, jadi perlu follow-up terus menerus.
  4. Setiap pengobatan atau tindakan untuk menurunkan TIO pasti mempunyai efek samping dan membutuhkan biaya.
  5. Keberhasilan penanganan glaukoma adalah penurunan TIO secukupnya sehingga selama hidup pasien masih mempunyai penglihatan yang bagus, dengan efek samping sekecil mungkin dan biaya seringan mungkin.

Penurunan TIO dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Menurunkan produksi humor akuos ( timolol maleat, inhibitor karbonik anhidrase )
  2. Menambah pembuangan humor akuos ( pilokarpin, analog prostaglandin, trabekuloplasti dg laser )
  3. Merusak badan silier ( siklokrioterapi, siklofotokoagulasi )
  4. Operasi filtrasi (trabekulektomi, pemasangan implant seton, ahmed, molteno)

PEMBAGIAN GLAUKOMA

Berdasarkan penyebab, glaukoma dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

  1. Glaukoma primer, jenis ini dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan mekanisme terjadinya glaukoma yaitu 
    • a) Glaukoma primer sudut terbuka dan
    • b) Glaukoma primer sudut tertutup
  2. Glaukoma sekunder
  3. Glaukoma kongenital.

GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERBUKA

Gejala:

Awal :

  • mungkin tanpa gejala
  • rasa capai pada mata
  • rasa pegal pada mata
  • fluktuasi tajam penglihatan
  • kadang-kadang melihat seperti pelangi sekitar lampu

Lanjut :

  • penyempitan lapang pandang - buta

Pemeriksaan :

  • visus mungkin masih baik, kecuali pada stadium lanjut
  • mata tenang
  • bilik mata depan dalam
  • oftalmoskopik: tampak penggaungan yang melebar (CD ratio  0,5)
  • gonioskopik: sudut terbuka dan normal
  • tonometrik: tekanan  21 mmHg
  • pemeriksaan lapang pandang: kelainan lapang pandang ( skotoma Bjerrum, skotoma Seidel, skotoma arcuata atau nasal step)
  • OCT: terdapat penipisan serabut saraf .

Pemeriksaan :

Terapi : Turunkan tekanan intraokuler sampai tekanan yang aman bagi mata tersebut, dengan prinsip pemakaian sesedikit mungkin obat dengan dosis sekecil mungkin.

Obat :

  • Timolol atau Betaxolol tetes mata 0,25 - 0,50 %, 2 kali sehari, dan atau
  • Pilokarpin tetes mata 1 - 4 %, 4-6 kali sehari, dan atau
  • Acetazolamide tablet 250 mg, 3-4 kali sehari..

Operasi :

  • Trabekuloplasti dengan laser, atau
  • Trabekulektomi, atau
  • Pemasangan implant untuk filtrasi.

Waspada : anggota keluarga perlu diperiksa

LOW TENSION GLAUKOMA/ NORMOTENSION GLAUKOMA

Terdapat glaukoma dengan tekanan tidak tinggi, mungkin hanya sekitar 20 mmHg atau di bawahnya, tetapi terdapat kerusakan papil saraf optik dan kelainan lapang pandang yang berciri kerusakan karena tekanan tinggi, dan pada pemeriksaan OCT terdapat penipisan serabut saraf. Keadaan ini mempunyai gejala dan tanda seperti glaukoma primer sudut terbuka, terapi sama dengan glaukoma primer sudut terbuka.

GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERTUTUP

Gejala:

Akut :

  • rasa sakit berat (cekot-cekot) di mata, dapat sampai sakit kepala dan muntah-muntah.
  • mata merah, berair
  • penglihatan kabur

Kronik :

  • gejala hampir sama dengan yang akut tetapi rasa sakit, merah dan kabur dapat hilang dengan sendirinya, dan terjadi serangan berulang beberapa kali. Biasanya rasa sakit kurang berat dibandingkan dengan yang akut.

Pemeriksaan:

Akut :

  • visus turun
  • konjungtiva hiperemi
  • kornea keruh/udem
  • bilik mata depan dangkal
  • pupil lebar/lonjong dengan diameter ? 6-7 mm
  • oftalmoskopik: papil mungkin masih normal
  • tonometrik : tekanan intraokuler tinggi, bisa sampai 60 mmHg
  • gonioskopik: sudut tertutup
  • lapang pandang: terdapat kelainan yang tidak khas, atau mungkin masih normal.

Kronik:

  • seperti tanda akut tetapi biasanya lebih ringan
  • dijumpai tanda-tanda bahwa proses telah berlangsung berulang dan lama yaitu: degenerasi koenea, atrofi iris, neovaskularisasi iris,glaukoma flecken dan sinekia anterior perifer.

Terapi:

Segera turunkan tekanan intraokuler dengan pemberian:

  • zat hiperosmotik untuk mengurangi volume badan kaca sehingga lensa dan iris akan bergerak ke posterior, hal ini akan membantu pembukaan sudut yang tertutup tersebut. Misal diberikan gliserol 50 %, 1-1,5 mg/kgBB per os, 1 kali. Atau infus Mannitol 20 %, 1-1,5 mg/kgBB, dalam 45 menit.
  • Acetazolamide 62,5-500 mg per os, 3-4 kali sehari. - Timolol/betaxolol 0,25 - 0,50 % tetes mata, 2 kali sehari. - Pilokarpin 2 -4 % tetes mata, 3-4 kali sehari.

Setelah serangan akut teratasi/tekanan turun dan sudut sudah terbuka, maka segera dilakukan iridektomi perifer atau iridotomi dengan laser pada mata tersebut, sedangkan untuk mata yang satu dilakukan juga iridektomi perifer / iridotomi laser sebagai tindakan preventif. Untuk mata yang sehat jika tidak dilakukan iridektomi perifer dapat diberikan pilokarpin dan timolol untuk mencegah penutupan sudut. Jika setelah tekanan turun sudut tidak dapat terbuka kembali maka lakukan operasi filtrasi misal trabekulektomi. Jika 24 jam tekanan tidak turun maka lakukan segera operasi filtrasi.

GLAUKOMA SEKUNDER

Pada glaukoma jenis ini terjadi akibat penyakit/kelainan mata yang lain misalnya:

  1. Inflamasi mata/ uveitis
  2. Trauma yang merusak sudut iridokornea atau menyebabkan iris menutup sudut atau menyebabkan blok pupil atau blok silier.
  3. Kelainan lensa. Misal lensa maju akibat katarak insipien.
  4. Obat-obatan, misal pemakaian steroid yang lama.
  5. Neovaskularisasi sudut, misal pada penderita Diabetes Melitus.
  6. Sindroma pigmentari, disini terdapat sumbatan trabekulum oleh pigmen iris.
  7. Sindroma eksfoliatif, terdapat sumbatan pada trabekulum oleh bahan yang lepas pada sindroma ini.
  8. Kenaikan tahanan vena episklera, misal adanya fistula karotiko-kavernosa.
  9. Operasi mata, misal operasi katarak.

Gejala :

Tergantung kecepatan kenaikan TIO, jika kenaikan TIO terjadi perlahan-lahan maka tidak menimbulkan gejala yang nyata. Jika TIO naik dengan cepat dan tinggi maka dapat terjadi gejala sbb :

  • penglihatan kabur
  • mata merah
  • rasa sakit di mata dan sakit kepala.

Pemeriksaan :

  • visus turun
  • konjungtiva hiperemi
  • kornea keruh
  • pupil kecil atau lebar, tergantung penyebab. Jika karena uveitis maka pupil kecil dan terdapat sinekia posterior.
  • dijumpai kelainan mata yang lain sesuai dengan penyebab.
  • oftalmoskopi: papil dapat normal atau penggaungan bertambah.
  • gonioskopik : terbuka atau tertutup tergantung penyebab. - tonometrik: tekanan intraokuler ? 21 mmHg.
  • lapang pandang: masih normal atau ada kelainan tergantung beratnya penyakit.

Terapi :

Segera turunkan tekanan intraokuler dengan pemberian:

  • Zat hiperosmotik, Gliserol per os atau Mannitol infus.
  • Timolol/ Betaxolol 0,25 - 0,50 % tetes mata, 2 kali sehari
  • Acetazolamide 250 per os, 3 - 4 kali sehari.
  • Terapi penyakit dasar/penyebab dan hentikan pemakaian steroid jika penyebabnya adalah steroid.

GLAUKOMA KONGENITAL

Glaukoma ini disebut juga glaukoma infantil, terjadi pada bayi dan anak yang disebabkan oleh kelainan pembentukan sudut iridokornea. Gejala dan tanda dapat terlihat pada saat lahir atau pada tahun awal kehidupan

Gejala:

  • fotofobia/takut sinar
  • mata berair

Pemeriksaan:

  • kornea keruh, membesar
  • mata menonjol
  • tekanan intraokuler naik.

Terapi:

  • goniotomi atau
  • trabekulotomi atau
  • trabekulektomi atau
  • pemasangan implant filtrasi

Tidak ada operasi yang memuaskan untuk glaukoma kongenital, sering memerlukan operasi ulangan

Comments (42)Add Comment
nursing student
written by latoo moga uchkawa, June 10, 2008
thank fot your article,
...
written by Andra Yonata S.H., July 03, 2008
bagus saya suka artikel ini smilies/smiley.gif smilies/smiley.gif smilies/cheesy.gif
...
written by dian, July 10, 2008
Saya ingin tau artikel ttg penyakit mata tumor lakrimal...
apa dari Rs. dr. Yap bisa memberikan info tentang itu?
webnya oke
written by piter, August 27, 2008
baru tahu kalau yap punya web. dan ternyata isinya bagus. kebetulan saya lagi info penanganan glaukoma. ayah saya baru baru ini terdeteksi mengalami glaukoma...
GOOD
written by ANIE, September 02, 2008
MAKASIH YA BISA JD BAHAN LAPORAN ASKEP Q NIE
...
written by wiwit, October 15, 2008
artikelnya bagus, mudah dipahami, thx to dr. fifi yang sudah tentir anak jakarta... Jangan bosen2 ya dok.
Salam u/ prof wasisdi, dr. nunuk, dr. Enny, dkk
CU smilies/smiley.gif
koment
written by isma, November 12, 2008
saya isma,19 tahun.
apakah penderita glaukoma yang tekanan bola matanya udah 0.1 dan 3 dapat disembuhkan???
Jawabab utk Isma
written by dr.RetnoEkantini SpM. MKes, November 13, 2008
Halo Isma,
Maaf pertanyaan kurang jelas, karena tekanan bola mata biasanya dinyatakan dengan angka bulat misalnya 15 mmHg, jika angkanya 0,1 biasanya itu merupakan tajam penglihatan. Mohon dijelaskan lagi apa yang dimaksudkan, terima kasih. Pada prinsipnya glaukoma tidak dapat disembuhkan, pengobatan hanya untuk mempertahankan saraf yang masih ada supaya tidak tambah memburuk.
tanya ttg Glaukoma...
written by kiki, November 20, 2008
dok saya mo nanya, beberapa bln yg lalu ayah saya didiagnosis glaukoma lalu kira" seminggu yg lalu sudah dilakukan operasi mata. kebetulan saya blm sempat pulang shg blm tahu kondisinya. yang ingin saya tanyakan :
#apa penglihatan ayah saya bisa pulih kembali?
#apakah setelah operasi ayah saya masih harus mengkonsumsi obat" untuk menjaga kondisi matanya?apa ada ESO nya?
#krn saya baca d artikel glaukoma memiliki faktor resiko keturunan, apa yg hrs saya lakukan untuk pencegahan?
sekian & terima kasih byk bwt dokter...
smilies/smiley.gif
just to comment
written by ts, February 08, 2009
thx 4 your article smilies/smiley.gif
presentase kasus infeksi mata
written by henny, February 14, 2009
tolong kirim artikel kasus infeksi mata di indonesia mencapai berapa ?
Jawaban utk Kiki
written by dr. Retno Ekantini SpM MKes, February 19, 2009
Selamat malam Kiki,
Maaf banget ya pertanyaanmu terlewatkan oleh saya sehingga baru sekarang terjawab. untuk pertanyaan pertama memang kerusakan saraf akibat glaukoma tidak dapat pulih, usaha dokter hanya untuk emmpetahankan yang masih ada. setelah operasi masih perlu kontrol tekanan mata seumur hidup tiap 3 bulan, jika tekanan naik lagi barulah diberi obat glaukoma lagi, jika tekanan tetap rendah (kira2 15 mmHg)maka tidak perlu diberi obat. Saraf mata dan lapang pandangan juga perlu dikontrol tiap 6-12 bulan tergantung kondisi mata, makin jelek makin sering kontrolnya.Tentang keturunan/ keluarga glaukoma perlu kontrol ke dokter mata 1 kali setahun supaya dapat terdiagnosis dini sehingga dapat dicegah kerusakan saraf matanya.
Salam
bola mata terasa pegel
written by zwiesankanparan, March 12, 2009
dok, saya mau tanya..
dua minggu yang lalu saya kecelakaan lalu lintas, menurut dokter mata ada luka dan perdarahan di sekitar konjungtiva,sklera. saya dapat therapi gentamicin salep, amox dan metil prednslon, sampai sekarang perdarahan masih ada tapi sudah berkurang, tetapi bola mata terasa pegel...snut-snut..bagaimana ini dok???
operasi glaukoma
written by yozi, March 12, 2009
selamat pagi dok..
ibu saya (64 thn dan punya hipertensi)menderita glaukoma.dan sudah diberi timol 5% dan carpin dan juga pil tapi tegangannya masih sering naik turun. mata kanan malah sudah buta yang kiri luas pandang nya sudah sangat sempit,yang saya mau tnyakan kalau ibu saya di operasi, apa risiko nya?karena ibu saya takut kehilangan penglihatan mata kiri, sehingga jadi buta total. ibu saya juga kadang pusing, mual sampai muntah2 apa itu juga karena glaukoma nya?
...
written by julia, March 31, 2009
siang dok, mo tanya beda rasa sakit saat dioperasi katarak lewat operasi biasa jika dibandingkan dengan lewat laser. Maksudnya, sakit nggak jika operasi katarak tapi yang biasa saja? resikonya apa? matur nuwun
Penanganan gloukoma
written by Kristiyanto, April 07, 2009
Pagi dok,
apa benar saraf yang sudah rusak karena gloukoma tidak bisa di perbaiki sama sekali ?
Apakan benar kalau penderita gloucoma sudah sampai tahap kebutaan tidak bisa di sembuhkan? Kalau iya, bagaimana dengan penderita yang belum sampai talam tahap kebutaan (pandangan kabur tetapi masih bisa membedakan cahaya dan warna). Apakan masih memungkinkan untuk mengembalikan penglihatan? Penanganan dengan cara apa yang paling baik untuk menyembuhkan atau memperbaiki penglihatan pada penderita gloukoma.
Terima kasih atas tanggapannya dok.
Jawaban ukYozi : komplikasi operasi glaukoma
written by dr. Retno Ekantini SpM, MKes, April 09, 2009
Selamat malam Yozi, maaf terlambat jawab.
Tetena ibu anda yang lapang pandangan sudah sangat sempit, jika dilakukan operasi glaukoma kadang2 justru akan turun/ lebih jelek penglihatannya, angka kejadiannya sekitar 10 %,jadi jika dilakukan operasi 10 orang maka yang menjadi lebih jelek 1 orang. Tetapi jika tekanan masih tinggi dengan obat2an, kemudian dibiarkan saja maka kemungkinan buta 100%.Jadi memang perlu dipikirkan masak2 keputusan operasi atau tdak, pasien harus tahu tujuan operasi dan segala kemungkinan yang dapat terjadi setelah operasi. Semoga bermanfaat
Utk Julia: operasi katarak sakit?
written by dr. Retno Ekantini SpM, MKes, April 09, 2009
Hallo Julia,
operasi katarak tidak terasa sakit, paling hanya sedikit pegal dan risih karena mata selalu dibasahi oleh asisten operator sehingga air memgenai pipi dan telinga. Baik operasi dengan gelombang ultrasound (bukan laser lho) atau dengan operasi biasa rasanya sama. Selamat operasi!
Utk Kristiyanto : keusakan saraf karena glaukoma
written by dr. Retno Ekantini SpM, MKes, April 09, 2009
Hallo Kristiyanto.
Glaukoma merusak saraf penglihatan secara diam2 dan sedikit demi sedikit. Makin dini ditemukan makin banyak saraf yang bisa diselamatkan. Jika sudah sampai tahap hanya bisa membedakan cahaya gelap & terang saja berarti sudah sampai tahap sangat parah dan kerusakan saraf sudah banyak, tahap akhir adalah buta total. Sayangnya sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat mengembalikan/memperbaiki saraf mata yang rusak. Sekali lagi saya anjurkan kepada keluarga glaukoma segera periksakan diri ke spesialis mata supaya kalau juga ada gejala glaukoma bisa dicegah kerusakan sarafnya.
Semoga dapat dimengerti.
...
written by Kristiyanto, April 16, 2009
Pagi dok,

Teman saya menderita Gloukoma kronik sudut terbuka. Mata kiri kerusakan sudah mencapai 90% dan mata kanan 10% (informasi yang saya dapat dari dia). Memang dokter pernah jelasin kalau syaraf yang rusak belum bisa di perbaiki. Pertanyaan saya,
1, Tidakan apa yang paling efektif untuk menstabilkan tekanan pada mata kanan dalam kasus ini supaya kerusaka tidak memburuk.
2, Tindakan apa yang paling tepat di lakukan untuk mata kiri mengingat kerusakan sudah mencapai 90%.
3, Apa yang menyebabkan tekanan pada bola mata berubah2 dan faktor apa yang memicu terjadinya perubahan tekanan bola mata.
Kalau boleh minta tolong di jawab juga di email saya " Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya "

Terima Kasih.
waktu
written by okan, May 02, 2009
dok!!!.
saya mau nanya???,, katanya penyakit glaukoma tak bisa disembuhkan dan pengobatan nya hanya untuk mempertahankan syaraf yang masih baik,,,nah pertanyaan saya sampai berapa lama syaraf mata tersebut bisa bertahan sebelum mencapai kebutaan total, "dengan catatan melakukan pengobatan secara terus menerus baik dengan tetes mata dan obat-obatan yang dianjurkan dokter mata"
Radix Vitae Bisa Membantu Mengatasi Glaukoma
written by Tia Mahendra, June 04, 2009
Saya telah merasakan penderitaan sakit glaukoma. Tetapi alhamdulillah saya bisa sembuh. Bagi para penderita glaukoma, ikuti kisah saya di TOKO ONLINE RADIX VITAE. tulis di google!
tanya soal buta
written by ola, June 08, 2009
Saya punya adik yang tiba-tiba buta diumur 25 tahun, kata dokter terkena atropi, apa adek perempuan saya tersebut masih ada harapan bisa melihat ? Kami sudah putus asa, sudah berobat ke klinik mata aini & harapan bunda di jakarta tapi para dokter disana tidak ada memberikan keterangan yang jelas dan solusinya...jika ada informasi tentang itu tolong hubungi saya di 08126443121 di medan, terimakasih
Mw tanya
written by dinny, June 10, 2009
Dokter,,
saya dinny,usia 20 th,stLah mmbca artikel di atas saya ingin btanya,sdh hmpir 1 thn ini stiap bngun tdur kaLo saya liat lampu mka akan ada lingkaran pelangi nya,memang tdk sering hanya kadang2,tp jg tdk jarang,trus duLu sewaktu saya umur 16-17 th,saya prnah merasakan kalo dalam pnglihatan saya seolah seperti ada kabut yg menutupi dan ada kilatan2 garis,namun hilang tiba2,dan tkadang jg muncul tiba,dan jg tkdang bola mata saya suka agk sakit dan kalo sdh sakit mka kpala saya suka ikutan sakit sblah,yg ingin saya tnyakan,apakah itu mengacu pda gjala glaukoma?Sebaiknya saya hrus bgmna?Terimakasih.
Jawaban bareng2 ttg buta akibat glaukoma
written by dr. Retno Ekantini SpM, MKes, June 16, 2009
Untuk Okan, Ola ,& Dinny
Maaf kalau saya tidak sempat menjawab satu persatu. Tentang kebutaan karena glaukoma tidak dapat diperbaiki/disembuhkan. Lama bertahan bisa sepanjang hidup asal glaukomanya tidak progresif lagi, cara mengetahui progresif atau tidak dengan cara diawasi saraf matanya dengan memeriksa lapang pandangan setiap 6 bulan - 1 tahun tergantung beratnya penyakit. Juga perlu dilakukan pengawasan dengan melihat saraf menggunakan oftalmoskop atau dilakukan scanning saraf yang disebut OCT (Optical coherence tomography).Gejala glaukoma yang jenis akut memang seperti melihat pelangi disekitar lampu yang hilang timbul dan terasa pegel pada mata, maka jika mengalami hal tersebut harap segera periksa ke dokter mata sebelum terjadi kerusakan saraf mata akibat terdesak mata yang "keras/tegang" tadi. Glaukoma pada akhirnya menyebabkan Atrofi saraf mata/matinya saraf mata, tetapi atrofi saraf mata bisa juga disebabkan oleh penyakit lain misalnya radang saraf, tumor otak, sumbatan pembuluh darah dll, sehingga jika didapatkan atrofi saraf mata harus dicari penyebabnya supaya penyakit yang membahayakan jiwa misalnya tumor otak, bisa diatasi.
Semoga bermanfaat
Dr. Retno Ekantini SpM,KKes
penjelasan
written by yudha, June 17, 2009
Menurut RS Mata Dr.YAP dan teman" untuk penjelasan tentang pencegahan Primer, Sekunder, dan Tersier dari Pterigium?
glaukoma itu dapat menyerang organ lain?
written by karolina br.ketaren, July 02, 2009
saya pernah dengar ada siswi pintar penyandang glaukoma di kep.natuna. apakah siswi tersebut akan dapat pulih kembali?terima kasih.....?
-=belajar menjadi dokter=-
written by patrick situmeang, July 02, 2009
Dokter yang terhormat, bolehkah saya menanyakan mengenai normo-tension glaucoma? saya agak sedikit bingung dok, mengapa dengan tekanan intra okular yang normal dapat mengakibatkan ekskavasi papil nII? kalau memang masalahnya ada pada kerentanan papil itu sendiri.. kenapa digolongkan glaukoma dan bukan penyakit pada papil saraf tersebut,, maaf kalau rasa-rasanya saya kurang sopan menanyakan hal ini disini ya, dok? sebelumnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan dokter-dokter yang budiman..
Jawaban utk Karolina
written by dr. Retno Ekantini SpM.MKes, July 07, 2009
Halo Karolina, glaukoma itu merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan hanya mempertahankan saraf yang masih ada, jika sudah terlanjur buta, maka kebutaan itu bersifat permanen.
Salam
Jawaban utk Patrick ttg Normo-Tension Glaukoma
written by dr. Retno Ekantini SpM.MKes, July 07, 2009
Selamat malam Patrick,
Kalau mau jadi dokter memang harus banyak bertanya.Tentang NTG/normo-tension glaucoma sampai sekarang masih terus dilakukan penelitian2 untuk mencari patogenesis NTG. Teori terakhir memang disebut teori vaskuler karena diduga ada gangguan aliran darah ke papil saraf optik, banyak penelitian tentang ocular blood flow, coba dicari di journal2.Mengapa glaukoma tidak disatukan dalam kelompok neuro ophthalmology? karena dulu glaukoma dianggap disebabkan oleh tekanan yang tinggi saja, jadi disebabkan oleh faktor diluar sarah optik. Semoga bermanfaat.
...
written by Rima Anggraini, July 19, 2009
Selamat pagi dok..
Saya adalah pasien dokter 1 thn yg lalu.dengan no RM 215239.. sy divonis menderita glaukoma.. sy diberi resep timol o,5% dan sampai skrg masih sy gunakan.. kedua mata sy sudah discan..waktu konsul terakhir sy tdk bertanya bnyk ke dokter mengenai penyakit sy karena tergesa2 mengurus kepindahan sy dr jogja. membaca tulisan dokter di atas sy ingin bertanya glaukoma yg saya derita termasuk jenis apa dok berdasarkan pemeriksaan dokter setahun yg lalu.
hai dok mau bertanya
written by Amel, July 24, 2009
lebih bagus mana dok antara tetes mata radix vitae atau OTEM ?
...
written by simaremare, July 24, 2009
Dok, saya juga mengalami pandangan berkabut, sakit kepala sebelah dan melihat lingkaran pelangi ketika melihat lampu di malam hari. hingga saat ini saya sudah periksa mata saya TIGA kali di tiga rumah sakit dengan TIGA dokter spesialis mata yang berbeda dengan selisih pemeriksaan enam bulan, namun kata mereka mata saya baik-baik saja, hanya kelelahan. ketiga dokter tersebut hanya memberikan vitamin mata, ketiganya berbeda (saya lupa nama obatnya). kondisi mata saya sekarang memburuk, mata kiri saya hanya dapat membedakan gelap-terang, saya binggung, apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang?
satu lagi dok, apakah kekurangan pada mata kiri tersebut dapat memengaruhi mata kanan?
atau sebenarnya mereka bekerja sendiri-sendiri dan tidak terkait? karena saya merasa mata kanan saya sangat sehat dan tidak mengalami gejala aneh apapun. bahkan tanpa kaca mata meski setiap hari berkutat dengan komputer.

mohon pencerahannya dok, terima kasih.
Gejala Peyakit glukoma atau bukan
written by Rullyana, August 25, 2009
halo dok saya mau tanya tetangga saya itu sakit mata rasannya cekot cekot seperti mau copot dan telinga bagian belakang terasa sakit kepala pusing sekali dan akhir akhir ini penglihatannya kabur dan matannya seperti orang jereng atau juling suka ada muntah juga apakah itu termasuk dari gejala glukoma terimakasih saya tunggu jawabannya secepatnnya
Opearsi Mata
written by Pansar, October 04, 2009
Selamat siang dokter.
Saya inging bertanya, ibu saya akan operasi katarak mata dengan kondisi menderita diabetes. apakah aman melakukan operasi pada saat kadar gula 180. Selanjutnya jika operasi lasik harus dilakukan,bagaimana perawatan selanjutnya. Mohon second opinion dokter.
Mata Istri Saya Buta Total
written by Ibnu Majah, October 07, 2009
Dok, Mata istri saya Buta Total, dan anehnya buta tersebut, bola dan bagus, dan semua mata bagus, tetapi penglihatannya tidak bisa, ia buta total, bagai mana cara pengobatannnya dok.
Ibnu Majah, Desa Data ruyung Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara Bengkulu, HP 085268723051,
Diagnosa Glaucoma pada anak saya.
written by Anthony Malem Ukur, October 13, 2009
Selamat Pagi Dok;

Anak saya berumur 7 hn 3 bulan, sekarang sekolah kelas 2 SD.
beberapa kebiasaan yg ada pada dia adalah menonton TV,suka minum minuman soda ( Coca cola dll), kurang suka sayuran, tidur dengan lampu mati.
Bulan Dec 2008 kami memeriksakan ke salah satu rumah sakit mata, dan di diagnosa terkena glaukoma dengan hasil test penglihatan yg kurang maximal di kerena kan usia anak yg masih muda sehingga ada kesulitan untuk melakukan test penglihatan sudut pandang, saat itu telah di berikan pengobatan.
Seminggu yg lalu kami kembali membawa anak kami tersebut ke Dokter mata (di sebabkan gejala sama seperti sebelum Dec 2008 yaitu dia sering ketakutan kerena melihat sesuatu itu menjauh dari pandangannya mis : dia melihat kami jauh padahal kami lagi menggendong dia, kadang dia melihat sesuatu itu tiba2 menjadi tinggi sehingga ini semua membuat dia ketakutan) dan hasil pengukuran tekanan bola matanya adalah : sebelah kiri = 27 dan sebelah kanan = normal.
Terapi awal dokter memberi obat :
Betoxtima : 2 x 1
Cenfresh : 4 x 2
LanaVision : 1 x 1

Mohon petunjuk dan saran serta cara pencegahan awal untuk akibat yg vatal.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat,Mohon petunjuk dan saran serta cara pencegahan awal untuk akibat yg vatal, informasi bukan sebagai pembanding namun hanya untuk menambah pengetahuan saya untuk bisa menyelamatkan penglihatan mata anak kami.

Trimakasih atas waktu yg dokter berikan.
Anthony M U HP 0815 3611 2442 , 081373829026.
Diagnosa mata
written by yona kristianto, October 22, 2009
Selamat sore dok......
Saya seorang guru pada tanggal 11/04/09 periksa mata ke RSUD kota Semarang karena mata untuk baca koran sudah tidak jelas dan juga karena ibu saya yang sudah buta karena Glaukoma. Saya diperiksa untuk ukuran kacamata dan diperiksa fisika mata serta pengukuran tekanan mata dengan tonometer, hasil pemeriksaan menetapkan bahwa saya harus memakai kacamata baca 1,5 dan juga punya bawaan Glaukoma karena faktor turunan tapi belum parah dan diberi obat timol yang harus diteteskan bila mata tidak nyaman serta pantang minum kopi,teh,dan minuman bersoda serta tape. Akhir-akhir ini saya merasa mata kadang agak kabur dan agak pedih dan setelah ditetesi timol normal lagi.Pertanyaan saya adalah: 1.Apakah pengobatan tersebut sudah cukup? 2.Apakah saya harus operasi mengingat Ibu saya sudah operasi namun gagal? 3. kapankah saya harus kontrol ke dokter lagi? 4. Kalau operasi berapa kira-kira biayanya?
Operasi mata
written by Winda, November 21, 2009
Mlm dok. Sy mw tny, ayah sy dfonis terkna ulkus kornea, ayh sy jg sdh melakukan operasi pencangkokan kornea, ttp stlh operasi tekanan ktinggian bola matany g brubh, solusinya gmn? Oy pnybab nya krn ayh sy trkna sinar lmpu mobil hologen. Obat2 yg ud di pakai floks,timol,sentres,gioucon,, mksi dok, tlg dbls scptnya y
rujukan
written by fadli89, November 22, 2009
apakah penderita gloukuma tekanan bola mata berkisar 40 serta memiliki keturunan yang juga memiliki riwayat gloukuma dan diabetes apakah masih bisa untuk disembuhkan si pasen tsb juga kehilangan penglihatan untuk mata kanan. untuk penangannya si pasen pernah diberikan obat seperti timol, dan cendo carpine tapi tiada hasil malah penglihatannya sudah mulai berkurang drastis kalau menurut anda penanganan apa lagi yang harus segera dilakukan ..... smilies/smiley.gif
Obat Tetes Mata Otem
written by winarko argi pramono, January 13, 2010
Otem merupakan ramuan alami & islami, yang digali dari al qur’an & al hadits, diramu dari herbal berkualitas unggul dari berbagai negara yang diadopsikan dari madu.

Alhamdulillah, fakta membuktikan telah banyak yang menanggalkan kacamatanya setelah menggunakan otem, terhindar dari operasi katarak, bahkan otem mengatasi penderita gloukoma.

Sudah ada izin dari Balai POM

CP : 0856 4308 6831
Harga : Rp 20.000,-
Website : www.ramuan-herbal.tk
Pola makan
written by arianto, February 19, 2010
Pagi dok..Makanan apa saja yang boleh/tidak boleh di makan pada penderita glaukoma??

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
 
Selanjutnya >
Advertisement
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Pendaftaran Pasien (60 komentar) Thursday, 11 March 2010
Kornea dan Infeksi Mata Luar (88 komentar) Thursday, 11 March 2010
Jogja Lasik Center (247 komentar) Wednesday, 10 March 2010
Retina dan Vitreus (179 komentar) Wednesday, 10 March 2010
Glaukoma (172 komentar) Monday, 08 March 2010
Medical Check Up (42 komentar) Sunday, 28 February 2010
LOWONGAN KERJA (12 komentar) Sunday, 21 February 2010
Newsfeed
© 2010 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.