|
PENGHARGAAN PERSI AWARD-IHMA 2010 BAGI RS MATA “Dr. YAP” YOGYAKARTA  Untuk kedua kalinya RS Mata “Dr. Yap” menerima penghargaan tingkat nasional dalam ajang Indonesaian Hospital Management Award (IHMA). Pada Acara PERSI AWARD-IHMA 2010 ini RS Mata “Dr. Yap” berhasil menjadi runner up kategori Lomba Corporate Social Responsibility (CSR) dan Technical Service Improvment Project. Penyerahan Piagam penghargaan dilakukan pada hari Rabu, 20 Oktober 2010 di Jakarta Convention Center. Untuk kategori CSR, RS Mata “Dr. Yap” menampilkan tema “Pemberdayaan Tuna Netra di RS Mata “Dr. Yap”, dimana hal ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya lapangan kerja yang memadai untuk tuna netra dan tidak tersedianya kesempatan yang sama bagi tuna netra untuk mendapatkan pekerjaan dibanding dengan masyarakat pada umumnya. Bentuk pemberdayaan ini diwujudkan dengan dibukanya sebuah konter makanan dan pijat refleksi di ruang tunggu poliklinik/rawat jalan RS Mata “Dr. Yap”, sehingga dengan fasilitas ini para tuna netra mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga mereka, ungkap Samsu dari seksi rumah tangga yang membawakan makalah. Sedangkan untuk kategori Technical Service Improvment, menampilkan tema “Sampahku Terbuang Sayang” . Tema ini diambil untuk mengetengahkan pengelolaan sampah non medis rumah sakit yang dijadikan kompos/pupuk. Pengelolaan sampah non medis yang berasal dari daun-daun kering di halaman dan sampah dapur bisa menghasilkan kompos/pupuk yang dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit dan menghasilkan income karena sebagian pupuk dijual ke pwengunjung rumah sakit, ungkap Anton pembawa makalah dari Instalasi Prasarana dan Sarana RS. Disamping hal tersebut pengelolaan sampah ini juga dapat merubah dan meningkatkan budaya karyawan untuk peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. |
|
|
PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR UNTUK DETEKSI DINI GANGGUAN PENGLIHATAN Untuk lebih mencapai target sasaran program kegiatan deteksi dini gangguan penglihatan pada siswa siswi sekolah dasar di Propinsi DIY, pada tanggal 31 Agustus 2010 di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dilaksanakan Pelatihan Guru Sekolah Dasar yang diikuti oleh 42 orang. Kegiatan Pelatihan guru ini juga telah dilakukan pada tahun 2001 sampai dengan 2002. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendidik guru-guru sekolah dasar agar lebih bisa mendeteksi secara dini siswa siswinya yang mengalami gangguan penglihatan sehingga dapat segera dilakukan penanganan. Kegiatan pelatihan diisi dengan pemberian materi tentang beberapa penyakit mata yang umum terjadi pada anak sekolah dasar dan juga praktek mengukur tajam penglihatan (visus) . Pelatihan ini dilaksanakan atas kerjasama dari Rotary Club Mataram Yogyakarta sebagai penyandang Dana, RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Rencana kegiatan pelatihan ini berlangsung sampai bulan Juli 2011. |
|
|
BANTUAN ALAT DETEKSI DINI GANGGUAN PENGLIHATAN DARI ROTARY JEPANG  Dalam rangka memperlancar Program Deteksi Dini Gangguan Penglihatan pada Anak Sekolah Dasar, pada hari Kamis, 02 September 2010 di ruang Komite Medis RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta berlangsung penyerahan bantuan Alat Auto Refrakto Keratometer. Penyerahan ini dilakukan oleh President Tanaka dari Rotary Club Jepang kepada dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M, M.Kes dari RS Mata “Dr. Yap” sebagai koordinator Program Deteksi Dini. Dijelaskan oleh dr. Nunuk bahwa kegiatan deteksi dini sudah berlangsung sejak tahun 2001 sampai dengan sekarang. Adapun bentuk kegiatan program deteksi dini ini meliputi, pemeriksaan pada penglihatan pada anak sekolah dasar, pemberian kacamata secara gratis, pelatihan guru-guru sekolah dasar dan follow up anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan sampai dengan tindakan operasi. Dalam kesempatan ini juga hadir pengurus Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY), President Hendri Susanto, SH dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan alat dan frame kacamata yang diberikan demi kesuksesan program deteksi dini. |
|
|
ACARA BUKA BERSAMA DI RS MATA “Dr. YAP” YOGYAKARTA
  Dua hal yang membuat banyak orang celaka hidupnya di dunia ini adalah karena terlalu cintanya pada dunia dan orang yang panjang angan-angannya. Demikian dikatakan Ustd. Jatmiko dalam tausiahnya di hadapan jamaah dalam Acara Buka Bersama dan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 di Gedung Aula Baru Lt. II RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta pada hari Minggu, 22 Agustus 2010. Dikatakan oleh Jatmiko bahwa orang yang terlalu cinta dunia maka dia akan mengesampingkan urusan agama daripada urusan dunianya, sedangkan orang yang terlalu panjang angan-angannya dia akan berpikir terlalu ke masa depan sehingga dia melupakan apa yang harus dilakukan untuk masa sekarang. Buka puasa bersama di RS Mata “Dr. Yap” merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Hadir dalam acara tersebut diantaranya: Jajaran Direksi, Dewan Pengurus dan Pembina Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, Pengurus BS Mardiwoto, para dokter, karyawan dan pensiunan beserta keluarga. Dalam sambutannya, Hichmat Santoso, SE mewakili Ketua Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo mengatakan bahwa dengan meneladani perjuangan para pahlawan maka diharapakan RS Mata “Dr. Yap” bisa lebih maju serta berkualitas dalam melayani pasien. Pada kesempatan ini juga dibagikan juga bingkisan berupa kue kepada semua jamaah yang datang. Setelah buka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan sholat magrib berjama’ah, makan malam bersama serta shalat tarawih. |
|
|
SARASEHAN “ HIDUP TETAP NYAMAN DENGAN DIABETES “  Pada hari Kamis, 05 Agustus 2010 di ruang Komite Medik RS Mata “Dr. Yap” telah diselenggarakan Sarasehan dengan tema “Hidup Tetap Nyaman dengan Diabetes”. Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT RS Mata “Dr. Yap” ke 87. Dikatakan oleh dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M, M.Kes dalam sambutannya bahwa selain untuk memberikan wawasan kesehatan tentang penyakit diabetes juga mempererat tali persaudaran diantara para pasien penderita diabetes, khususnya yang mengalami komplikasi ke mata sehingga antar pasien bisa saling berkomunikasi atau bertukar pengalaman dalam menghadapi penyakit diabetes. Sedangkan dr. Ruchaniyadi, Sp.PD sebagai pembicara mengatakan bahwa para pasien yang menderita diabetes tidak perlu berkecil hati, karena kadar gula darah dapat dikontrol dengan pola makan yang sehat untuk penderita diabetes, minum obat teratur dan berolahraga secara rytmis. Untuk salah satu komplikasi ke mata sendiri dijelaskan oleh dr. Rastri Paramita, Sp.M bahwa mata akan terjadi perubahan pembuluh darah retina, sehingga menyebabkan gangguan nutrisi pada retina yang dapat menyebabkan terjadinya retinopati diabetik. Beberapa langkah untuk mencegah komplikasi diabetes ke retina adalah dengan pemeriksaan deteksi sedini mungkin dimana untuk penderita DM tipe 1 dilakukan pemeriksaan retina 5 tahun setelah awitan sedangkan untuk penderita DM tipe 2 perlu pemeriksaan retina setahun sekali sejak didiagnosis DM. |
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 21 - 25 dari 81 |