Home arrow Konsultasi

Jumlah Pengunjung

Forum Rumah Sakit Yap

homeshow latest postshelp
 
Post a new message in "Konsultasi Dokter"
Name:
*email:
Subject:
topic icon:
no
Boardcode:
 Colour:  Size:   Close all tags
Message:

emoticons
B) ;) :) :P
:laugh: :ohmy: :sick: :angry:
:blink: :( :unsure: :kiss:
:woohoo: :lol: :silly: :pinch:
:side: :whistle: :evil: :S
:blush: :cheer: :huh: :dry:

This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Untuk mencegah spam, silakan masukkan huruf yang terdapat pada gambar di atas
Bila gambar tidak terlihat jelas, silakan tekan tombol refresh di sampingnya

* - your email address will never be displayed on the site.

Topic History of: Glaukoma
Max. showing the last posts - (Last post first)
Author Message
dr. Nurfifi Arliani, SpM. Hallo Ferry.
Benar saran dokter anda, setelah pemakaian Timol harus dicek ulang tekanan anda. Kalau bukan glaukoma tentunya tidak perlu pengobatan seumur hidup, dan ini harus dipastikan juga dengan pemeriksaan lapang pandang.
Ukuran kacamata yang salah tidak menyebabkan hipertensi okuli, hanya saja penglihatan memang tidak optimal.
Demikian jawaban kami.
Salam.
dr. Nurfifi A,SpM.
Ferry Dokter,

kemarin saya juga baru diperiksa dan diketahui tekanan bola mata 25mmHg. dan kemudian saya diberi tetes mata TIMOL. dan diminta check setelah 2 minggu pemakaian.
apakah TIMOL ini harus digunakan seumur hidup? atau?
kondisi mata saya Kanan (-) 1,75 dan silindris 2,5; sedangkan yang kiri (-) 1,75 dan silindris 1,5.

apakah ukuran kacamata yang tidak sesuai dengan ukuran "kerusakan" mata kita bisa berpengaruh menjadi hipertensi okuli??
mohon penjelasan.

terima kasih.

Ferry
dr. Retno Ekantini SpM, MKes halo Lim,
Kemungkinan yang kakak anda alami bukan glaukoma tetapi hipertensi okuli/mata karena dokter mengatakan belum sampai glaukoma. Memang penderita hipertensi okuli sebagian akan menjadi glaukoma. Kondisi tersebut boleh langsung diobati untuk menurunkan tekanan mata atau ditunggu dulu sampai muncul gejala glaukoma yang sesungguhnya. Pemberian obat perlu dipertimbangkan masak2 karena sekali kita memberikan obat maka obat tersebut harus dipakai seumur hidup dan harus diawasi efek samping obat.Glaukoma tidak bisa sembuh/dihilangkan, tetapi dikontrol/diatasi kenaikan tekanan matanya sehingga tidak merusak saraf optik/saraf penglihatan. Penderita glaukoma akan dioperasi jika terdapat alasan kuat misalnya tidak ada obat yang cocok, tidak mau mamakai tetes mata/obat, tempat tinggal terpencil jauh dari apotek dll. Dokter akan mempertimbangkan untung rugi mengingat operasi ada efek samping juga. Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat
dr. Retno Ekantini SpM, MKes halo Lim,
Kemungkinan yang kakak anda alami bukan glaukoma tetapi hipertensi okuli/mata karena dokter mengatakan belum sampai glaukoma. Memang penderita hipertensi okuli sebagian akan menjadi glaukoma. Kondisi tersebut boleh langsung diobati untuk menurunkan tekanan mata atau ditunggu dulu sampai muncul gejala glaukoma yang sesungguhnya. Pemberian obat perlu dipertimbangkan masak2 karena sekali kita memberikan obat maka obat tersebut harus dipakai seumur hidup dan harus diawasi efek samping obat.Glaukoma tidak bisa sembuh/dihilangkan, tetapi dikontrol/diatasi kenaikan tekanan matanya sehingga tidak merusak saraf optik/saraf penglihatan. Penderita glaukoma akan dioperasi jika terdapat alasan kuat misalnya tidak ada obat yang cocok, tidak mau mamakai tetes mata/obat, tempat tinggal terpencil jauh dari apotek dll. Dokter akan mempertimbangkan untung rugi mengingat operasi ada efek samping juga. Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat
Lim Langsung saja pak.bu dokter. Nama saya Lim dari jkt. Saya memiliki kakak sepupu dimana mata nya cenderung merah. Setelah diperiksa, diketahui bahwa tekanan bola mata nya melebihi 26 mmHg. Kata dokter periksanya itu tanda2x menuju glaukoma walaupun belum sampai tahap glaukoma. Skrg ini kakak sepupu saya memakai obat tetes mata dari dokter tersebut.

Yg ingin saya tanyakan adalah, apakah glaukoma tersebut bisa disembuhkan TOTAL? Dgn kondisi yg dialami kakak saya tersebut, apa yg harus dilakukan? Apa harus menunggu sampai glaukoma baru di-operasi atau.....?

Atas jawaban dokter, saya haturkan banyak terima kasih.
Advertisement
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Glaukoma (216 komentar) Tuesday, 07 September 2010
Retina dan Vitreus (206 komentar) Monday, 06 September 2010
Medical Check Up (53 komentar) Saturday, 04 September 2010
Diagnosis dan Penanganan Glaukoma (54 komentar) Friday, 03 September 2010
Jogja Lasik Center (289 komentar) Friday, 03 September 2010
LOWONGAN KERJA (16 komentar) Wednesday, 01 September 2010
Kornea dan Infeksi Mata Luar (106 komentar) Tuesday, 31 August 2010
Newsfeed
© 2010 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.