Jumlah Pengunjung
|
 |
|
|
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
 SEMINAR ILMIAH UMUM “Penyakit Mata Luar, Trauma Mata, Cangkok Kornea dan Oculoplasty Sebagai Sarana Mempercantik Diri” Penyakit mata luar meliputi banyak organ, mulai dari kelopak mata hingga lensa. Penyakit ini dapat disebabkan kelainan congenital, infeksi atau trauma. Akibat yang ditimbulkan berupa gangguan estetika atau kehiangan penglihatan. Penanganan penyakit mata luar diberikan mulai dari pengobatan medikamentosa, koreksi tajam penglihatan baik dengan kacamata atau dengan bedah refraktif bahkan dengan cangkok kornea (keratoplasti) Cangkok kornea adalah prosedur transplantasi organ yang paling sering dilakukan didunia. Setiap tahun, 40.000 tindakan cangkok kornea dilakukan di USA. Prosedur ini dilakukan untuk mengganti kornea yang rusak sehingga di harapkan resipien mendapatkan perbaikan penglihatan. Pada gangguan estetika yang terdapat pada mata dan sekitarnya dapat dilakukan bedah plastik atau oculoplasty. Oculoplasty sebagai salah satu bidang spesialistik ilmu penyakit mata juga bertujuan untuk memperbaiki abnormalitas struktur mata dan sekitarnya serta meningkatkan penampakan estetika di area sekitar mata Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan ilmu kedokteran mata, oculoplasty dituntut untuk dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan akan bentuk dan anatomi daerah mata dan sekitarnya. Oleh karena itu, dalam rangka HUT ke 86 Rumah Sakit Mata “Dr.Yap” Yogyakarta akan mengadakan seminar dengan tema “Penyakit Mata Luar, Trauma Mata, Cangkok Kornea dan Oculoplasty Sebagai Sarana Mempercantik Diri” dengan menghadirkan pembicara Prof. dr. Suhardjo, SU.,Sp.M(K), dr. Tatang Talkagani, Sp.M, Prof. dr. Wasisdi Gunawan, Sp.M(K) dan dr. Agus Supartoto, Sp.M(K) Seminar ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Mei 2009 pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB di Rumah Sakit Mata “Dr.Yap Yogyakarta Jl. Cik Ditiro No. 5 Yogyakarta dengan kontribusi Umum Rp. 20.000 dan Mahasiswa Rp. 15.000. Pendaftaran peserta dapat menghubungi Sekretariat RS Mata “Dr. Yap” contact person Fitri Dwiyanti di 0274(562054) psw. 132 pada jam kerja.
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Kunjungan Friendship Force Nara Jepang |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
LAPORAN SARASEHAN RS MATA ”DR.YAP” YOGYAKARTA MENCEGAH KEBUTAAN KARENA GLAUKOMA 14 DESEMBER 2008  Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunianya maka sarasehan ”Mencegah Kebutaan karena Kornea” yang diadakan pada Hari Minggu 14 Desember 2008 dapat terlaksana dengan lancar dan sukses. Sarasehan dilaksanakan di Rumah Sakit Mata ”Dr.Yap” dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara mencegah kebutaan karena glaukoma dan meningkatkan kepatuhan penggunaan obat bagi penderita glaukoma. Target pelaksanaan sarasehan ditujukan terutama bagi penderita glaukoma dan keluarganya, masyarakat umum serta pemerhati glaukoma. Menghadirkan 2 orang pembicara ahli glaukoma yaitu dr. Retno Ekantini, Sp.M., M.Kes yang membahas mengenai obat-obat glaukoma dan dr.Tatang Talkagani, Sp.M yang mebahas tentang apa dan bagaimana operasi glaukoma. Sarasehan ini merupakan kerjasama antara RS Mata ”Dr.YaP” dengan PT.Pfizer Indonesia sebagai produsen obat glaukoma yang merupakan sponsor tunggal pada acara ini. Sarasehan diikuti oleh 95 peserta dan undangan. Undangan berasal dari perwakilan ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi) Yogyakarta dan dokter pemerhati masalah glaukoma. Acara sarasehan dibuka dengan sambutan dr. Enni Cahyani, Sp.M.,M.Kes yang mewakili direktur dr. Nunuk Maria Ulfa, Sp.M., M.Kes yang kebetulan berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan sarasehan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Rumah Sakit Mata ”Dr.Yap” terhadap kesehatan mata masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa acara serupa akan diadakan secara berkelanjutan dengan tema yang bervariasi. Harapan beliau, masyarakat dapat terus berpartisipasi guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan mata. Acara selanjutnya diserahkan kepada MC yang sekaligus juga memimpin acara sarasehan yang dimulai tepat pukul 09.15 WIB. Acara dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama disampaikan oleh dr. Retno Ekantini, Sp.M.,M.Kes yang membahas tentang glaukoma dan obat-obat glaukoma selama lebih kurang 45 menit. Kemudian dilanjutkan sesi kedua oleh dr. Tatang Talkagani, Sp.M yang membahas mengenai macam-macam operasi glaukoma sebagai alternatif terapi glaukoma. Sesi ketiga diisi dengan tanya jawab dari peserta sarasehan. Sesi tanya jawab mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan oleh peserta diantaranya mengenai efek samping obat, obat-obat yang dapat memicu glaukoma, resiko operasi glaukoma, komplikasi glaukoma. Pertanyaan diluar topik sarasehan diantaranya prosedur LASIK, keluhan mata umum dan kebijakan rumah sakit. Pertanyaan yang tidak sempat dijawab dikarenakan waktu yang terbatas diajukan secara tertulis dan dijawab oleh pembicara melalui website. Selanjutnya acara ditutup pukul 11.45 oleh MC dengan pembagian doorprize dari sponsor. Penanggung jawab sarasehan, dr. Retno Ekantini, Sp.M.,M.Kes |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
MENCEGAH KEBUTAAN KARENA GLAUKOMA RS. Mata Dr. YAP Yogyakarta GLAUKOMA 1. Penyakit syaraf mata berhubungan dengan peningkatan Tekanan Bola mata, diakibatkan ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan bola mata, sehingga jaringan syaraf dan retina yang letaknya di bola mata tertekan. 2. Disebut juga pencuri penglihatan, karena pasien tidak menyadari adanya kelainan ini terkadang dijumpai oleh tenaga kesehatandalam keadaan lanjut bahkan buta. 3. Merupakan penyakit mata yang mengakibatkan kebutaan ke 2 dan tidak dapat disembuhkan. (berakibat buta permanen) Apabila penderita Glaukoma mendapatkan terapi tepat , maka dapat membantu menghambat hilangnya penglihatan yang semakin memburuk. · Terapi Glaukoma bermacam –macam: diantaranya dapat berupa obat-obatan, laser dan pembedahan. Terapi ini sangat tergantung dari kondisi pasien. · Tujuan terapi : mencegah, menghentikan bahkan menghambat hilangnya penglihatan. Obat merupakan pilihan pertama, akan tetapi obat harus dipakai seumur hidup, sehingga keberhasilannya sangat tergantung dari penderita dan suport keluarga. Kendalanya pasien bosan, jenuh , lupa karena gejala telah mereda sedang proses glaukoma tetap berjalan. · Keberhasilan Terapi: dengan obat sangat tergantung dari kepatuhan pasien. 4. Dengan demikian maka, RS. Mata ”Dr. Yap”, Yogyakarta akan mengadakan SARASEHAN dengan Tema “ MENCEGAH KEBUTAAN karena GLAUKOMA” dengan menghadirkan pembicara dr. Retno Ekantini Sp.M.(Kes) dan dr Tatang Talkagani Sp.M. 5. Sarasehan ini akan membahas mengenai Glaukoma serta TERAPI yang TEPAT sebagai solusi bagi penderita Glaukoma CATATAN: Pendaftaran Peserta dapat menghubungi sdr. Iin dan Linda di 0274 562054 psw 153 & 150 pada saat jam kerja /Atau SMS 08882817870, dengan konstribusi Rp 10.000, |
|
|
Artikel Kesehatan Mata
|
|
Glaukoma adalah suatu keadaan tekanan intraokuler/tekanan dalam bola mata relatif cukup besar untuk menyebabkan kerusakan papil saraf optik dan menyebabkan kelainan lapang pandang. Berdasarkan Survei Kesehatan Indera Penglihatan tahun 1993-1996 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia didapatkan bahwa glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomer 2 sesudah katarak (prevalensi 0,16%). Katarak 1,02%, Glaukoma 0,16%, Refraksi 0,11% dan Retina 0,09%. Akibat dari kebutaan itu akan mempengaruhi kualitas hidup penderita terutama pada usia produktif, sehingga akan berpengaruh juga terhadap sumberdaya manusia pada umumnya dan khususnya Indonesia. Kebutaan akibat glaukoma bersifat irreversibel/menetap tidak seperti kebutaan karena katarak yang dapat diatasi setelah dilakukan operasi pengambilan lensa katarak. Jadi usaha pencegahan kebutaan pada glaukoma bersifat prevensi/pencegahan kebutaan dengan jalan menemukan dan mengobati/ menangani penderita sedini mungkin. Sayangnya tidak mudah untuk menemukan glaukoma dalam stadium awal karena sebagian besar kasus glaukoma awal tidak memberikan gejala yang berarti bahkan asimptomatik, kalaupun ada gejala biasanya hanya berupa rasa tidak enak di mata, pegal-pegal di mata atau sakit kepala separoh yang ringan. Gejala-gejala tersebut tidak menyebabkan penderita memeriksakan ke dokter atau paramedis. Disamping ketidaktahuan penderita tentang penyakitnya maka peranan tenaga medis dalam mendiagnosis glaukoma awal juga perlu mendapat perhatian, sehingga dapat menemukan glaukoma dalam stadium dini.
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Sebagai upaya pemenuhan hak-hak para penyandang tunanetra terhadap teknologi komunikasi informasi yang dapat dinikmati oleh tunanetra, pada bulan Mei 2008, Badan Sosial Mardi Wuto menyelenggarakan kursus komputer bicara bagi tuna netra (Gratis), biaya transport di tanggung sendiri. Sedangkan mengenai kursus pemanfaatan Komputer Bicara sebagai Media Bantu Pembuatan Notasi Musik akan di laksanakan bulan Juni 2008 Bagi para anggota lembaga bapak/ ibu baik yang masih berstatus siswa/ mahasiswa atau sudah bekerja (Tunanetra pada umumnya), yang berminat mengikuti kursus komputer bicara atau kursus pemanfaatan Komputer Bicara sebagai Media Bantu pembuatan Notasi Musik, kami harapkan kerjasama untuk menyebarkan pengumuman berikut ini Pendaftaran calon peserta kursus komputer bicara, paling lambat 10 Mei 2008 Pendaftaran calon peserta kursus pemanfaatan komputer bicara sebagai media bantu pembuatan notasi musik paling lambat 30 Mei 2008 |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Dalam rangka HUT ke 85, RS Mata "Dr. Yap" Yogyakarta menyelenggarakan "Seminar Deteksi Dini Glaukoma dan Kelainan Retina" , yang akan dilaksanakan pada: Hari : Minggu, 11 Mei 2008 Pukul : 08.00 s/d 12.30 Tempat: R. Pertemuan I (Aula) RSM "Dr. Yap" Materi dan Pembicara 1. Penatalaksanaan Glaukoma (dr. Retno Ekantini, Sp.M.,M.Kes) 2. Kelainan Lapang Pandang pada Glaukoma dan Kelainan Retina (dr. Hartono, Sp.M(K)) 3. Manajemen dan Komplikasi DM dan Hipertensi (Prof. dr. Wasilah Rohmah, Sp.PD) 4. Kelainan Retina pada DM dan Hipertensi (dr. A.Nurini Agni, SU, Sp.M(K) |
|
| << Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 71 - 77 dari 99 |
|
|
|
|
 |
|