Jumlah Pengunjung
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Kunjungan Cucu Pendiri RS Mata “Dr. Yap” ke Yogyakarta Drs. Tjay-Koen Yap, salah satu keturunan dr. Yap Hong Tjoen (Pendiri RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta), pada tanggal 04 November 2009 telah berkunjung ke Kota Yogyakarta. Beliau adalah salah satu cucu adik dr. Yap Hong Tjoen yang tinggal di Belanda. Kedatangannya dalam rangka kunjungan ke FK UGM untuk meninjau Kegiatan NPT Project Fakultas Kedokteran UGM (Capacity Building Programmes NUFFIC-The Netherlands). Setelah selesai dari FK UGM, beliau langsung menyempatkan diri untuk datang ke RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta yang merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyangnya. Dalam rangkaian kunjungan ke RS Mata “Dr. Yap”dan Badan Sosial Mardi Wuto, beliau diterima oleh Pengurus Yayasan Yap Prawirohusodo, dr. Tri Sutartin R, Sp.M, Direktur RS Mata “Dr. Yap”, dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M, M.Kes, Ketua Badan Sosial Mardi Wuto, Ibu Nandar Sri Budi Hastuti, SH, Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M (K) serta para dokter-dokter di RS Mata “Dr. Yap”. Pada kesempatan ini, Drs. Tjay-Koen Yap berkeinginan untuk melihat-lihat benda-benda peninggalan dr. Yap Hong Tjoen yang masih tersimpan rapi di ruang museum (alat-alat rumah tangga, peralatan medis dan perpustakaan dr. Yap Hong Tjoen). Saat ditunjukkan oleh Direktur RS Mata “Dr. Yap” beberapa foto, beliau langsung mengenali beberapa orang familinya yang ada di album tersebut, seperti Putra dr. Yap Hong Tjoen, yaitu Bapak Yap Kie Han,Ibu Yap May Hwa. Pada tahun 2007, RS Mata “Dr. Yap” juga telah dikunjungi oleh cucu dr. Yap Hong Tjoen yang lain, yaitu Ir. Yap Tjay Yong dari Belgia bersama 2 orang anaknya (Yap Yu Li dan Yap An Li). |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
Pengumuman Hasil Tes Praktek Tenaga Perawat
| No | Nama | | 1 | Hendri Sulistyowati | | 2 | Dina Pertiwi | | 3 | Ellya Nurmawati | | 4 | Ratna Dwi Ronika | | 5 | Arini Siska Wardani | | 6 | Sri Lestari | | 7 | Nailal Muna | | 8 | Annisa Eka Noviarini | | 9 | Rissa Widyaswara | | 10 | Enditya Novrikasari | | 11 | Yaenul Mukhotip | | 12 | Wildan Rifki Hanani | | 13 | Aris Sugiarto |
- Nama-nama yang tercantum dalam daftar ini dinyatakan LULUS Ujian Praktek, dan berhak mengikuti Ujian Psikologi.
- Ujian Psikologi akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 7 November 2009 Waktu : 08.00 WIB – Selesai Lokasi : Ruang Pendidikan ( Ko-As ) RS Mata “Dr Yap” Yogyakarta <!--[if !supportLists]-->3. Peserta Ujian Psikologi yang terlambat 15 menit dari jadwal dimulainya Ujian akan dinyatakan gugur. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Peserta Ujian Psikologi tenaga perawat harus memakai pakaian bebas rapi. Ditetapkan di: Yogyakarta
| | Tanggal : 5 November 2009 Direktur RS. Mata “Dr. Yap” dr. NunukMaria Ulfah,Sp.M.M.Kes. NIK. 141 / RSM / I – 2004 | |
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Deteksi Dini Gangguan Pengelihatan Pada Anak Sekolah Dasar Meraih Juara II PERSI AWARD-IHMA 2009 (INDONESIAN HOSPITAL MANAGEMENT AWARDS)  Jumat, 30 Oktober 2009 bertempat di Jakarta Convention Center diadakan penganugrahan PERSI AWARD-IHMA 2009 kepada rumah sakit yang mengikuti lomba dalam berbagai kategori. Ada 8 kategori yang dilombakan, salah satu kategorinya adalah Tanggung Jawab Sosial RS atau Corporate Social Responsibility (CSR), dimana RS Mata “Dr. Yap” berhasil menduduki peringkat kedua setelah RS Kanker Dharmais Jakarta. Proyek CSR yang diajukan oleh RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta adalah Tanggung Jawab Sosial RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta Dalam Rangka Menurunkan Angka Kebutaan Melalui Deteksi Dini Kelainan Mata Anak Sekolah Dasar, papar Direktur RS Mata “Dr. Yap”, dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M, M.Kes. Peran RS Mata “Dr. Yap” sebagai inisiator, motivator dan koordinator sangat diperlukan untuk kelancaran proyek ini. Proyek ini adalah kerjasama antara organisasi swasta (Rotary Club Mataram Yogyakarta, RS Mata “Dr. Yap”) dengan berbagai institusi pemerintah (Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, FK UGM, RSU Dr. Sardjito). Adapun tujuan proyek ini adalah untuk ikut serta menurunkan angka kebutaan yang disebabkan karena gangguan refraksi melalui Deteksi Dini Gangguan Pengelihatan Anak Sekolah dasar.Proyek ini dimulai sejak tahun 2001 dengan awalnya mengadakan pelatihan dan penataran kepada guru-guru UKS se-Propinsi DIY tentang bagaimana cara memeriksa dan mendeteksi gangguan pengelihatan murid sekolah dasar serta pemberian kacamata secara gratis bagi murid yang membutuhkan. Sejauh ini proyek masih berlangsung dengan hasil : Guru yang dilatih/ditatar : 2.222 orang (75 kecamatan), Jumlah murid SD yang mendapat kacamata gratis : 2.933 buah, Kacamata yang diberikan berasal dari : 2.424 buah dari RCMY dan DinKes Prop. DIY serta 509 buah berasal dari Polycore dan Standart Chartered Bank.
Pada tahun 2009 ini Rotary Club Mataran Yogyakarta memberikan dana untuk program Deteksi Dini sampai tiga (3) tahun kedepan yang meliputi seluruh kabupaten dan kotamadya di Propinsi DIY dengan total pemberian kacamata sebanyak 2000 buah. Pelaksanaan pertama telah dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2009 di Sedayu Bantul. |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
 1. Nama-nama yang tercantum dalam daftar ini dinyatakan LULUS Ujian Tertulis, dan berhak mengikuti Ujian Praktek sesuai jadwal yang telah ditentukan di atas.
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
DETEKSI DINI GANGGUAN PENGELIHATAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR  Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta bekerjasama dengan Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY), Dinas Kesehatan Prop. DIY, Dinas Pendidikan Prop. DIY, FK UGM dan RSUP Dr. Sardjito mengadakan kegiatan pemeriksaan gratis dalam rangka Deteksi Dini Gangguan Pengelihatan pada Anak Sekolah Dasar Se-Propinsi DIY. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan selama 3 tahun di 5 kabupaten, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul dan Kotamadya Yogyakarta. Pada hari Kamis, 15 Oktober 2009, sebagai awal kegiatan pemeriksaan dilakukan di SDN 3 Sedayu, Arodadi, Sedayu, Bantul. Menurut Presiden RCMY, Dicky Tri S disela-sela peninjauan pelaksanaan deteksi dini tersebut dana proyek diperoleh dari RC 2700 DS World Community Service’s (WCS) Commitee, RC Yukuhashi Miyako, RC Fukoaka Heisei. Sementara Secretary RCMY, Roberto Tri Kastowo mengungkapkan bahwa selain dilakukan pemeriksaan mata, anak-anak juga akan mendapatkan bantuan kacamata bagi yang memerlukan dan bagi yang perlu pemeriksaan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit yang berkompeten (RS Mata “Dr. Yap” atau RSUP Dr. Sardjito). Tim dokter yang dipimpin dr. Nika Bellarinatasari, dr. Eva Revana dan dr. Ahmad Prasetianto mendeteksi 61 siswa dan diperoleh bahwa 30 siswa memerlukan kacamata bantu baca, 12 siswa lainnya dirujuk ke rumah sakit yang berkompeten. Kegiatan ini disambut gembira dan antusias dari para pendidik dan orang tua siswa, hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN 3 Sedayu, Muji Widodo, SPd, “Kami merasa bangga atas penunjukan SDN 3 Sedayu sebagai tempat pelaksanaan kegiatan deteksi dini ini dan kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya. Semoga dengan kegiatn ini prestasi para siswa dapat lebih meningkat”. Selanjutnya kegiatan deteksi dini akan dilakukan tiap bulan sekali untuk tiap kecamatan dari 5 kabupaten/kotamadya seperti yang telah dijadwalkan bersama dalam rapat koordinasi. |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
PERINGATAN WORLD SIGHT DAY DI RUMAH SAKIT MATA “Dr. YAP” YOGYAKARTA Menurut WHO, angka kebutaan dan low vision di dunia masih relative tinggi mencapai 314 juta orang, dimana 45 juta orang mengalami kebutaan dan 269 juta menderita low vision (penglihatan rendah) . Hal ini banyak terjadi pada Negara-negara miskin. Untuk itu setiap tahun diadakan peringatan World Sight Day, yang mana pada tahun 2009 ini diperingati pada tanggal 08 Oktober 2009 di seluruh dunia dengan mengambil tema “Gender & Eye Health”. Karena beberapa hal, Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta baru dapat memperingati World Sight Day pada tanggal 15 Oktober 2009. Hal ini dikemukakan oleh Wadir Pelayanan dan Pendidikan RS Mata “Dr. Yap”, dr. Enni Cahyani P, Sp.M, M.Kes pada sela-sela jumpa pers di Ruang Serba Guna. Dikatakan beliau, dalam mengisi acara peringatan World Sight Day tahun ini, RS Mata “Dr. Yap” menyelenggarakan beberapa kegiatan, yakni pemeriksaan dan pemberian obat secara gratis, pemberian kacamata gratis dan operasi katarak gratis bagi pasien rawat jalan III yang periksa pada tanggal 15 Oktober 2009. Secara terpisah, pasien rawat jalan III sendiri merasa senang dengan adanya kegiatan ini, Bapak “S” (salah satu pasien yang mendapat jatah operasi katarak gratis) mengatakan “Saya tak menyangka kalau saya dapat operasi gratis di RS Mata “Dr. Yap” ini, Saya sangat senang sekali, semoga kegiatan ini akan dapat berjalan terus setiap tahunnya”. Menurut Ka.Sie. Hukum dan Humas RS Mata “Dr. Yap”, Agus Pujianto, dalam kegiatan ini tercatat ada 30 orang yang periksa dengan 5 orang dapat pemberian kacamata gratis dan 2 orang dapat operasi katarak gratis serta pasien lain yang dapat obat-obatan secara gratis pula. |
|
| << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 8 - 14 dari 55 |
|
|
|
|
 |
|
Komentar Pengunjung |
|
Komentar terbaru dari pengunjung :
|
|