Jumlah Pengunjung
|
 |
|
|
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Kekeringan yang terjadi beberapa wilayah di DIY memberi pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kualitas warga yang mengalaminya |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Rumah Sakit Mata 'Dr. Yap" sejak tanggal 22 Oktober 2007 telah membuka Klinik Mata Diabetika, dengan pelayanan setiap hari setelah jam 14.00 WIB. Klinik ini terutama ditujukan bagi para penderita diabetes / kencing manis agar mereka dapat secara dini memeriksakan mata sehingga terhindar penglihatannya dari kebutaan. |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Pada tanggal 27 Oktober 2007 Rumah Sakit Mata Dr. Yap telah dikunjungi rombongan Friendship Force Taupo New-Zealand sebanyak 19 orang. Friendship Force merupakan suatu organisasi Internasional yang menggalang persahabatan bangsa diseluruh dunia melalui kunjungan anggotanya untuk mengenal budaya dan obyek wisata dari negara lain. Selama berkunjung di Rumah Sakit Mata Dr. Yap mereka diperkenalkan profil Rumah sakit dan Badan Sosial Mardi Wuto serta berkeliling mengunjungi poliklinik, bangsal, museum dan Badan Sosial Mardi Wuto. |
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Pada tanggal 16 Agustus 2007 sampai dengan 18 Agustus 2007, yayasan Yap Prawirohusodo, Rumah Sakit Mata Dr. Yap dan Mardi Wuto telah kedatangan tamu yakni keluarga Ir. Yap Tjay Yong dari Belgia. Ir. Yap Tjay Yong merupakan cucu dari Dr. Yap Hong Tjoen pendiri Rumah Sakit Mata Dr. Yap pada tahun 1923. Kunjungan keluarga Ir. Yap Tjay Yong (dengan 2 putrinya yakni Yap Yu Li dan Yap An Li) ke Yogyakarta dalam rangka napak tilas perjuangan kakeknya. Mereka mengunjungi rumah kakek dan neneknya di Jalan KHA Dahlan, juga di Kota Baru. Keluarga Ir. Yong juga mendapat kesempatan untuk menghadiri perayaan peringatan detik-detik Proklamasi di Gedung Agung pada tanggal 17 Agustus 2007. Yang tak kalah mengharukan yakni penguburan abu jenazah istri Dr. Yap Hong Tjoen yakni Mrs .Yap Tan Soe Lien Mr (Sarjana Hukum), yang lahir di Salatiga pada tanggal 12 September 1889 dan meninggal di Den Haag tanggal 24 Maret tahun 1991 dan dikremasi tanggal 29 Maret 1991 dalam usia 102 tahun. Ir. Yong sangat berterimakasih kepada semua pihak (Yayasan Yap Prawirohusodo, Rumah Sakit Mata Dr. Yap dan Mardi Wuto ) yang telah mempersatukan kedua kakek neneknya tersebut. Adapun obyek lain yang sempat dikunjungi Ir. Yap Tjay Yong adalah Candi Borobudur, Prambanan, Museum Ullen Sentalu dll. |
|
|
Artikel Kesehatan Mata
|
|

Astrid Widayani - (Denok Semarang 2006) JOGJA LASIK CENTER - jejak yang tak akan pernah aku sesali dalam langkah hidupku!
Aktivitas yang sangat padat sering membuatku tak nyaman saat aku masih memakai kacamata. Penggunaan kacamata tidak praktis sehingga mengganggu ruang gerakku dalam beraktivitas. Akupun beralih memakai softlens, namun ternyata malah semakin menambah masalah karena terjadi iritasi akibat penggunaan yang berlebihan. Jadwal kegiatan bertambah dan menuntutku untuk mengambil sebuah keputusan dalam mencapai apa yang aku impikan yaitu bisa menjalankan aktivitas dengan bebas tanpa kacamata dan softlens.
Jogja Lasik Center mengubah mimpiku menjadi kenyataan. Sambutan ramah para dokter dan suster menambah keyakinanku saat pertamakali datang kesana. Aku yakin bahwa Lasik adalah jawaban terindah untuk masalah keterbatasan penglihatan yang kumiliki. Jawaban yang akan mengubah hidupku. Sebelum menjalani operasi lasik, aku harus melewati beberapa tes ...
|
|
|
Berita dan Kegiatan
|
|
Pada Minggu, 3 Juni 2007, RSM. “Dr. Yap” melaksanakan perayaan Puncak HUT ke-84. Hari ulang tahun RSM. “Dr. Yap” jatuh pada tanggal 29 Mei 2007. Segenap dokter RS; Pembina, Pengawas, Ketua dan Pengurus Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo; Badan Sosial Mardi Wuto, seluruh karyawan RS beserta keluarga,dan para rekanan hadir dalam perayaan ini. |
|
|
Pelayanan
|
|

LASIK Lasik ( Laser In-Situ Keratomileusis) merupakan salah satu prosedur dari Bedah Refraksi yang bertujuan untuk memperbaiki tajam penglihatan seseorang dengan mengubah bentuk (membentuk kembali) kornea sehingga sinar datang sejajar kedalam bola mata difokuskan tepat di retina dan tidak diperlukan lagi pemakaian kacamata maupun lensa kontak. Perkembangan Bedah Refraksi 1. RK (Radial Keratotomy) merupakan prosedur bedah refraksi dengan cara membuat sayatan pada kornea dengan maksud membuat permukaan kornea menjadi lebih datar. Metode ini sekarang sudah tidak dipakai lagi seiring berkembangnya tehnologi sinar laser. 2. PRK (PhotoRefractive Keratectomy) merupakan prosedur bedah refraksi dengan cara mengupas lapisan luar kornea (epitel) kemudian menipiskan lapisan stroma dengan sinar laser. Lapisan luar kornea (epitel) akan tumbuh kembali dalam beberapa hari. Metode ini masih dikerjakan sampai saat ini. 3. Standard LASIK (Laser In-Situ Keratomileusis) merupakan prosedur bedah refraksi yang padat teknologi, automatic terkontrol oleh komputer yang hanya perlu waktu 10 - 15 menit. Prosedur ini tidak sakit, dengan penyembuhan yang cepat. |
|
| << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 8 - 14 dari 30 |
|
| |
|
 |
|
Komentar Pengunjung |
|
Komentar terbaru dari pengunjung :
|
|