Jumlah Pengunjung
|
 |
|
|
|
|
|
Artikel Kesehatan Mata
|
|

• Merupakan salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM) pada mata yang paling banyak menyebabkan kebutaan menetap.
• Terjadinya seiring dengan lamanya menderita DM. Makin lama DM diderita makin tinggi kemungkinan terjadinya retinopati.
• Resiko menderita Retinopati DM tinggi yaitu 60% pada penderita yang menderita DM > 15 tahun, resiko juga meningkat pada orang muda penderita DM.
• Angka kebutaan Retinopati Diabetika adalah ±30%.
Retinopati Diabetika ditandai dengan adanya gangguan pembuluh darah diretina berupa kebocoran, sumbatan dan pada tahap selanjutnya timbul pembuluh darah abnormal yang sangat rapuh dan mudah menimbulkan pendarahan dengan segala akibat yang merugikan.
Kebutaan pada Retinopati Diabetika dapat dikurangi dengan deteksi dan penanganan yang memadai termasuk kontrol teratur.
Penganan dengan sinar Laser bertujuan meringankan akibat kebocoran pembuluh darah serta menghilangkan pembuluh darah abnormal sehingga kemungkinan terjadinya kebutaan dapat dikurangi.
Sinar Laser tidak dapat mengembalikan fungsi penglihatan yang sudah rusak akibat Retinopati Diabetika. Pasca penyinaran laser penderita Retinopati Diabetika masih perlu di follow-up secara teratur, karena mungkin diperlukan terapi laser tambahan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Artikel Kesehatan Mata
|
|

Katarak adalah proses kekeruhan lensa mata karena terganggunya metabolisme lensa. Katarak dapat menimbulkan kebutaan, tetapi kebutaan oleh katarak dapat ditanggulangi. Prevalensi kebutaan katarak di Indonesia sebesar 1,47% pada tahun 1994, dan yang terbesar karena katarak senilis/ ketuaan.
Pembagian Katarak
• Katarak Seilis / Ketuaan, yaitu katarak yang timbul setelah umur 40 tahun, proses pasti belum diketahui, diduga karena ketuaan/ degenaasi.
• Katarak Kongenital, yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan, umumnya disebabkan karena adanya infeksi, dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak Kongenital yang sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung, terutama pada kehamilan 3 bulan pertama. Penyakit yang dapat menyebabkan katarak: Toksoplasmosis, dan Rubella/ German measle
• Katarak Traumatika, yaitu katarak yang dapat menyerang semua umur, biasanya karena pasca trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa.
• Katarak Komplikata, adalah katarak yang timbul pasca infeksi mata. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Fasilitas
|
|
 MUSHOLA Rumah Sakit Mata "Dr. Yap" menyediakan fasilitas tempat ibadah bagi umat muslim

KANTIN Kantin di Rumah Sakit Mata "Dr. Yap" menyediakan berbagai macam menu masakan. Kantin ini terletak di sebelah selatan RS Mata "Dr. Yap". Kantin buka dari pukul 07.00-18.00 WIB. 
COUNTER MARDI WUTO Counter yang dikelola oleh Badan Sosial Mardi Wuto ini menyediakan berbagai aneka makanan ringan dan aneka minuman. Counter ini terletak diwilayah ruang tunggu pasien Rawat Jalan.  RUANG TUNGGU Rumah Sakit Mata "Dr. Yap" menyediakan ruang tunggu yang luas, nyaman dan sejuk karena dikelilingi oleh taman. Di ruang tunggu juga di sediakan TV.
 TEMPAT PARKIR Rumah Sakit Mata "Dr. Yap" menyediakan tempat parkir motor dan mobil. Disediakan juga parkir inap. |
|
|
Fasilitas
|
|

APOTIK Salah satu penunjang Rumah Sakit Mata Dr. yap adalah apotek, Seiring dengan peningkatan pelayanan, tahun 1992 pelayanan mulai dilakukan oleh asisten apoteker. Sesuai dengan peraturan Departemen kesehatan Replubik Indonesia bahwa apotek harus dikepalai oleh seorang apoteker, maka pada tahun 1994 rumah sakit mengangkat seorang apoteker yang bekerja paruh waktu. Dan pada tahun 1998 apoteker paruh waktu mulai diganti dengan apoteker tetap. 
LABORATORIUM Laboratorium merupakan penunjang medis yang sangat penting. Rumah Sakit Mata Dr. yap telah ada fasilitas laboratorium, dan sudah mulai dengan beberapa pemeriksaan antara lain darah rutin, urine rutin, pengecatan gram/mikrobiologi yang dilakukan dengan alat yang computerized. |
|
|
Pelayanan
|
|
 Pemeriksaan Medik Mata yang akan dilakukan oleh Dokter Spesialis mata yang lengkap atau komprehensif akan berbeda-beda bagi setiap orang atau pasien, tergantung pada usia, riwayat kesehatan diri dan keluarga, juga tanggal terakhir menjalani pemeriksaan mata, dan beberapa faktor lain yang ada keterkaitan dengan kelainan / penyakit mata. Oleh karena itu tidak semua bagian pemeriksaan ophthalmologi dibawah ini akan dilakukan dalam pemeriksaan kepada anda. Ada beberapa teknik pemeriksaan dilakukan oleh assisten dokter mata atau paramedis dan hasil pemeriksaannya akan dilaporkan kepada dokter. Riwayat Medik Pemeriksaan awal, akan ditanyakan riwayat medik dan keluarga anda. Pemeriksaan ini mencakup tenteng kesehatan umum, riwayat alergi obat atau makanan yang sering dikonsumsi, dan riwayat pembedahan termasuk pembedahan di mata. Selama pemeriksaan saudara diminta dengan suka rela memberikan informasi kesehatan anda yang anda ketahui., dan yang ingin anda ketahui. Apabila pasien tidak mampu berkomunikasi atau tidak kooperatif maka dapat diwakilkan keluarga atau pengantar yang mengetahui keadaan anda / pasien. |
|
|
Fasilitas
|
|

Kelas utama dilengkapi dengan telepon, AC, TV, lemari es, dan air panas
Rp. 300000

Kelas I dilengkapi dengan telepon, AC, dan air panas
Rp. 225000 |
|
|
Pelayanan
|
|

Pemeriksaan Goldmann Perimetri untuk mengetahui luas Lapang-pandangan. Dipakai mendeteksi kelainan al: glaukoma, neurooftalmology, kelainan retina, syaraf dll 
Slitlamp untuk mengetahui kelainan segmen depan sampai dengan segmen tengah mata. |
|
| << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 22 - 28 dari 30 |
|
| |
|
 |
|
Komentar Pengunjung |
|
Komentar terbaru dari pengunjung :
|
|