|
PERINGATAN WORLD SIGHT DAY (WSD) 2010 “PERAN AKTIF RS MATA “Dr. YAP” DALAM MEMPERCEPAT TERCAPAINYA VISION 2020”  Menurut hasil survey nasional, angka kebutaan di Indonesia 1,5% kebutaan yang disebabkan oleh katarak 0.78%, glaukoma 0.20%, kelainan refraksi 0.20%, sebab-sebab lain 0.38%. Sedang hasil penelitian di DIY tahun 2004, angka kebutaan akibat katarak 1,02%, glaukoma 0,17%, kelainan retina 0,02%, kelainan refraksi 0,21%, kelainan kornea 0,02%. Adapun tema tahun ini World Sight Day 2010 adalah “Count Down 2020”. Vision 2020 : Right to Sight terlihat telah menampakkan kemajuan memberantas kebutaan dalam 10 tahun sejak dicanangkan, tetapi masih banyak kasus yang tersisa, dan tinggal 10 tahun lagi waktu tersisa untuk melakukan pemberantasan kebutaan. Dalam rangka memperingati World Sight day (WSD) 2010 ini RS Mata “Dr Yap” bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi DIY, Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY), PT. Finansia Multi Finance ( Kredit Plus), FK UGM dan PMI Propinsi DIY, ikut berkomitmen mempercepat tercapainya Vision 2020 yaitu menurunkan angka kebutaan khususnya kebutaan akibat katarak. Pelaksanaan peringatan WSD 2010 oleh RS Mata “Dr. yap”, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan mata bagi para abdi dalem Kraton Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan di dalam lingkungan Kraton, tepatnya di Ndalem Prabeyo berupa Pemeriksaan dan pengobatan Mata, Pemberian Kacamata secara gratis bagi 200 orang abdi dalem kraton Yogyakarta dengan melibatkan tenaga dokter dari FK UGM. Bagi Abdi Dalem yang menderita katarak dan memerlukan tindakan operasi akan dilakukan operasi katarak gratis bagi 10 orang Abdi Dalem di RS Mata “DR. Yap”. Pada tahun 2005, RS Mata Dr.Yap pernah mengadakan kegiatan serupa membantu pengobatan mata para Abdi Dalem Kraton bekerjasama dengan Rotary Club Mataram Yogyakarta. Untuk kegiatan sosial kali ini selain kembali bekerjasama dengan Rotary Club Mataram Yogyakarta, RS Mata Dr. Yap juga bekerjasama dengan salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka, PT. Finansia Multi Finance ( Kredit Plus). Yap Tjay Hing selaku Direktur Utama dari perusahaan tersebut juga merupakan salah satu keturunan dari Dr. Yap Hong Tjoen pendiri RS Mata “Dr. Yap”. Hal ini merupakan salah satu bentuk rasa kepedulian sosial dari Kredit Plus dalam ikut memberantas kasus-kasus kebutaan di Indonesia dan juga sebagai bantuan langsung kepada para Abdi Dalem yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan. Pihak Rotary Club Mataram Yogyakarta yang telah banyak berkiprah untuk kegiatan sosial di wilayah Jawa Tengah dan DIY khususnya dalam kegiatan deteksi dini kelainan mata dan pemberian kacamata gratis bagi anak sekolah dasar. Pada kegiatan sosial ini RCMY selain membantu kegiatan pemeriksaan mata juga berperan serta aktif dengan menambah fasilitas dengan memberikan sumbangan Pemeriksaan Kesehatan dan Laboratorium secara Gratis kepada 200 orang abdi dalem Kraton didukung oleh tenaga-tenaga medis dari Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan PMI propinsi DIY. Harapan dari RS Mata “Dr. Yap” dengan banyaknya pihak yang membantu, kegiatan sosial ini akan terus berkesinambungan sehingga program-program yang telah dicanangkan oleh pihak RS Mata “Dr. Yap” pada khususnya dan visi kepedulian mata sedunia pada umumnya akan dapat lebih cepat terwujud. Dan angka kebutaan serta jumlah penderita penyakit mata di Indonesia akan dapat diturunkan. According to the national survey results, the rate of blindness in Indonesia reached 1.5%. It was cause by cataract (0.78%), glaucoma (0.20%), refraction disorder (0.20%), and other causes (0,38%). While the result of research in jogjakarta at 2004, the figure was 1.02% blindness due to cataract, glaucoma 0.17%, retinal disorders 0.02%, disorders of refraction 0.21%, and corneal abnormalities 0.02%. The theme of this year's World Sight Day 2010 is "Count Down 2020, Vision 2020 : Right to Sight” seen had appeared to progress eradication blindness in the 10 years since launched, but there are still many cases that remain, for more 10 years that left to conduct eradication of blindness. In order to commemorate World Sight Day (WSD) 2010, "Dr Yap" eye hosital in cooperation with Yogyakarta Provincial Health Office, Rotary Club of Mataram Yogyakarta (RCMY), PT. Finansia Multi Finance (Credit Plus), Indonesian Red Cross, and Medical Faculty Gadjah Mada University, took committed to accelerate the achievement of Vision 2020, in order to reduce the rate of blindness due to cataract. The activities of WSD 2010 commemoration done by “Dr. Yap” eye hospital were eye health examination for the abdi dalem (sultan's palace courtiers). This activities is conducted in the Keraton, precisely at Ndalem Prabeyo. The activities included examination and treatment of eyes, and giving free glasses for 200 abdi dalem. This activities done by doctors from Medical Faculty, Gadjah Mada University. For Abdi Dalem who suffer from cataracts and require surgery will be performed free cataract surgery “Dr. Yap” eye hospital. In 2005, Dr.Yap Eye Hospital has conducted similar activities, to treat the eyes of the Abdi Dalem in cooperation with the Rotary Club of Mataram Yogyakarta. Recently, this social activities in addition to re-cooperate with the Rotary Club of Mataram Yogyakarta, “Dr. Yap” eye hospital is also working with one of the leading finance companies, PT. Finansia Multi Finance (Credit Plus). Mr.Tjay Yap Hing as Director of PT. Finansia Multi Finance (Credit Plus) is also family of Dr. Yap Hong Tjoen, the founder of "Dr. Yap " eye hospital. This is a form of social awareness sense, come from Credit Plus in eradicating blindness cases in Indonesia as well as direct assistance to the Abdi Dalem who need a help. Rotary Club of Mataram Yogyakarta have much acting for social activities in the region of Central Java and Yogyakarta, especially in the early detection of eye disorders and providing free glasses for children of primary school. In this social activities of WSD 2010, Rotary Club of Mataram Yogyakarta also participate actively by giving laboratory and health check examination for Free to 200 abdi dalem. This social activities also supported by medical personel from the Yogyakarta Provincial Health Office and the Indonesian Red Cross. With many people have come to help, “Dr. Yap” eye hospital hope this social activities will continue and sustained, so that "Dr. Yap "eye hospital program in particular, and vision care worldwide in general, will be more quickly realized, and the number of people with blindness and eye disease in Indonesia could be lowered |