Home

Jumlah Pengunjung

Cangkok Kornea / Transplantasi Kornea Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

Apakah Fungsi Kornea ?

  1. Alat transmisi sinar
  2. Alat refraksi
  3. Sebagai dinding bola mata

Apakah Yang Menyebabkan Kornea Jernih ?

  1. Tidak mengandung zat tanduk
  2. Tidak mengandung pembuluh darah
  3. Susunan jaringan relatif homogen dan teratur
  4. Adanya epitel kornea dan endotel kornea yang dapat mempertahankan kadar cairan pada tingkat tertentu

Mengapa Kornea keruh ? Terganggunya faktor – faktor yang menyebabkan kejernihan kornea, contoh :

  1. Kornea terluka
  2. Infeksi kornea
  3. Reaksi penolakan tubuh / Autoimun
  4. Kelainan bawaan
  5. Kerusakan endotel
  6. Komplikasi tindakan bedah

Cangkok kornea / Transplantasi kornea adalah operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat kornea penderita yang keruh dan menggantinya dengan kornea donor yang masih jernih

Tujuan Tindakan Cangkok Kornea : 

  1. Tujuan Optik : Memperbaiki tajam penglihatan
  2. Tujuan Terapi : Menghilangkan keadaan patologik di jaringan kornea
  3. Tujuan Tektonik : Memperbaiki struktur jaringan kornea yang mengalami penipisan atau kerusakan
  4. Tujuan Kosmetik : Memulihkan kejernihan kornea
Selengkapnya...
 
Retina dan Vitreus Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Pelayanan

 

  

OPERASI VITREO RETINAL
Untuk memenuhi keperluan kemajuan teknologi di bidang pengobatan mata, serta keperluan dari kasus-kasus vitreoretinal yang memerlukan tindakan bedah yang terjadi di masyarakat semakin meningkat.
Pengertian operasi VITREORETINAL adalah operasi mata untuk mengatasi kelainan retina (selaput saraf mata) atau vitreus (jaringan jernih berbentuk agar yang mengisi bola mata). Operasi ini dikerjakan antara lain pada:
1. Ablasio retina (retinal detachment)
Ablasio retina umumnya disebabkan oleh robekan pada retina akibat: faktor bawaan, benturan, dll. Ablasi retina dapat menyebabkan kebutaan apabila retina tidak dilekatkan kembali dalam waktu relatif singkat.

2. Mengkerutnya makula (macula pucker)
Makula adalah bagian retina yang digunakan untuk membaca dan penglihatan halus. Pada penderita ini, tumbuh jaringan ikat pada permukaan makula yang mengakibatkan pengkerutan makula.

3. Retinopati Diabetik (diabetic retinopathy)
Adalah penyakit retina akibat diabetes melitus (kencing manis). Pada fase awal, retinopati diabetik dapat diatasi dengan laser saja, pada kasus lanjut kadang perlu dilakukan operasi vitrektomi untuk membersihkan vitreus yang keruh akibat pendarahan, atau untuk mengupas jaringan ikat pada permukaan retina.

4. Infeksi bola mata (endophthalmitis)
Infeksi bakteri yang masuk kedalam rongga bola mata sangat berbahaya bagi penglihatan dan memerlukan penanganan cepat.
5. Trauma mata (benturan atau luka pada bola mata)
Pada kasus trauma mata dimana terjadi perdarahan vitreus atau ablasio retina mungkin diperlukan operasi vitrektomi untuk membersihkan darah dan melekatkan retina kembali.

Selengkapnya...
 
Kornea dan Infeksi Mata Luar Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Pelayanan

  


KORNEA
Kornea adalah selaput bening yang letaknya dibagian terdepan bola mata dan bersifat tembus pandang. Cahaya dapat masuk dan mencapai sel-sel penerima cahaya didalam bola mata. Bagian luar kornea dilapisi air mata, sedang bagian dalamnya terdapat cairan akuos.

Kegunaan Kornea
• Kornea mempunyai kemempuan membiaskan cahaya yang paling kuat dibanding dengan sistem optik retraktif lainnya.
• Kubah kornea akan membiaskan sinar kelubang pupil didepan lensa. Kubah kornea yang semakin cembung akan memiliki daya bias yang kuat.
• Peran kornea sangat penting dalam menghantarkan cahaya masuk kedalam mata untuk menghasilkan penglihatan yang tajam, maka kornea memerlukan kejernihan, kehalusan dan kelengkungan yang tertentu.

Faktor yang menyebabkan kejernihan kornea
• Tidak mengandung zat tanduk, pembuluh darah, struktur dan susunan jaringan relatif homogen dan teratur.
• Permukaan kornea dikelilingi oleh cairan, agar mampu menahan cairan dan untuk mempertahankan kadar cairan pada tingkat tertentu maka dibagian depan kornea terdapat epitel dan dibagian belakang dilapisi endotel, yang berfungsi memompa cairan keluar kornea apabila berlebihan.

 

 

Selengkapnya...
 
Uvea dan Imunologi Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Pelayanan


KONJUNGTIVITIS GONORRHOE (GO) adalah radang selaput mata luar, hiper akut dengan sekret Purulent (kuning kental seperti nanah) yang disebabkan oleh kuman Gonorrhoe (GO).

Penularannya melalui:
• Kontak langsung mata bayi dengan jalan lahir yang mengandung kuman GO.
• Melalui perantara yaitu antara mata-penderita-tangan-alat kelamin.

Penyakit ini umumnya terdapat pada:
• Bayi baru lahir (1-3 hari setelah lahir) disebut Conjungtivitis Neonatorum Gonorrhoe.
• Bayi setelah berumur 3 hari.
• Anak-anak
• Orang dewasa disebut Conjungtivitis Adultum.

Selengkapnya...
 
Glaukoma Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Pelayanan

• Dapat menimbulkan kebutaan menetap
• Dapat dicegah dengan deteksi dini dan terapi tepat.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah katarak, biasanya terjadi pada usia lanjut. Dibeberapa negara 2% penduduk usia diatas 40 tahun menderita Glaukoma, dan di Indonesia Glaukoma sebagai penyebab kebutaan yang tidak dapat dipulihkan.
Glaukoma salah satu penyakit mata yang diakibatkan karena kenaikan tekanan bola mata dan menimbulkan kerusakan saraf penglihatan, sedangkan fungsi saraf mata akan meneruskan bayangan yang dilihat ke otak. Diotak bayangan akan digabungkan dipusat penglihatan dan membentuk benda (vision).

Penyebab
Didalam bola mata bagian depan terdapat cairan jernih yang disebut humor akuwos. Cairan ini dengan teratur akan mengalir dari tempat pembentukan kesaluran luarnya.
Tekanan tinggi disebabkan karena produksi cairan bola mata (humor akuwos) yang berlebihan, atau dapat juga apaila saluran pembuangan keluar yang disebut jaringan trabekula tersumbat.

Selengkapnya...
 
Trauma Mata Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak yang menimbulkan perlukaan mata. Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata, dan dapat juga sebagai kasus polisi. Perlukaan yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata. Alat rumah tangga sering menimbulkan perlukaan atau trauma mata.

Macam-macam bentuk trauma:
• Fisik atau Mekanik
1. Trauma Tumpul, misalnya terpukul, kena bola tenis, atau shutlecock, membuka tutup botol tidak dengan alat, ketapel.
2. Trauma Tajam, misalnya pisau dapur, gunting, garpu, bahkan peralatan pertukangan.
3. Trauma Peluru, merupakan kombinasi antara trauma tumpul dan trauma tajam, terkadang peluru masih tertinggal didalam bola mata. Misalnya peluru senapan angin, dan peluru karet.
• Khemis
1. Trauma Khemis basa, misalnya sabun cuci, sampo, bahan pembersih lantai, kapur, lem (perekat).
2. cuka, bahan asam-asam dilaboratorium, gas airmata.
• Fisis
1. Trauma termal, misalnya panas api, listrik, sinar las, sinar matahari.
2. Trauma bahan radioaktif, misalnya sinar radiasi bagi pekerja radiologi.

Gejala
Gejala yang ditimbulkan tergantung jenis trauma serta berat dan ringannya trauma.
• Trauma tajam selain menimbulkan perlukaan dapat juga disertai tertinggalnya benda asing didalam mata. Benda asing yang tertinggal dapat bersifat tidak beracun dan beracun. Benda beracun contohnya logam besi, tembaga serta bahan dari tumbuhan misalnya potongan kayu. Bahan tidak beracun seperti pasir, kaca. Bahan tidak beracun dapat pula menimbulkan infeksi jika tercemar oleh kuman.
• Trauma tumpul dapat menimbulkan perlukaan ringan yaitu penurunan penglihatan sementara sampai berat, yaitu perdarahan didalam bola mata, terlepasnya selaput jala (retina) atau sampai terputusnya saraf penglihatan sehingga menimbulkan kebutaan menetap.
• Trauma Khemis asam umumnya memperlihatkan gejala lebih berat daripada trauma khemis basa. Mata nampak merah, bengkak, keluar airmata berlebihan dan penderita nampak sangat kesakitan, tetapi trauma basa akan berakibat fatal karena dapat menghancurkan jaringan mata/ kornea secara perlahan-lahan.

Selengkapnya...
 
Kelainan Refraksi Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

KELAINAN REFRAKSI
Kelainan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata.
Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat dengan jelas melihat gambar/ tulisan pada jarak 6 meter dengan sudut pandanng 5º (sudut visualis).

Macam-macam kelainan Refraksi
• Mata Miop sering dikatakan rabun jauh. Yaitu penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. Kelainan ini dapat ditolong dengan pemberian kaca negatif / cekung. Prosentase penderita ini paling banyak.
• Mata Hipermetrop. Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak, terutama anak yang lahir prematur, dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun.
• Mata Asigmatisma. Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea, pasca infeksi, dan pasca bedah kornea.

Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 15 - 21 dari 30
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Kornea dan Infeksi Mata Luar (30 komentar) Monday, 05 January 2009
Jogja Lasik Center (142 komentar) Monday, 05 January 2009
Retina dan Vitreus (96 komentar) Monday, 05 January 2009
Glaukoma (97 komentar) Monday, 05 January 2009
Jadwal Praktek Dokter (5 komentar) Saturday, 03 January 2009
Pendaftaran Pasien (29 komentar) Friday, 19 December 2008
Kelainan Refraksi (29 komentar) Thursday, 18 December 2008
Survei
Bagaimanakah kualitas pelayanan RS Yap?
 
Newsfeed
© 2009 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.